Wow… Ada Kampung Pelangi di Kota Probolinggo, Suasananya Bikin Kerasan

by
Abdul Rohman (48), inisiator yang menyulap kampunya yang dulu kumuh menjadi kampung pelangi yang bersih nan asri. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Upaya Abdul Rohman (48) dan saudara kembarnya Abdul Rohim dalam membangun lingkungannya, patut dicontoh. Sebab, pria yang tinggal di Jalan Serma Abdurrahman RT 6 RW 1 Kalurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo tersebut, menyulap kampungnya menjadi bersih nan asri.

Bahkan dari upayanya, lingkungan yang akhirnya dikenal dengan nama Kampung Pelangi ini oleh Pemkot diikutkan lomba lingkungan, baik tingkat Jawa timur maupun nasional. Keberhasilannya menjadikan kampung yang awalnya kumuh itu, diakui oleh Rohman, tidak dilakukan sendiri. Tetapi didukung oleh warga dan lembaga yang ada di RT-nya. Seperti merangkul PKK dan lembaga kepemudaan, serta tokoh masyarakat setempat.

Upaya tersebut dilakoninya dua tahun yang lalu, sepulang dirinya merantau di daerah lain. Rohman tergugah membangun lingkungannya, bermodal pengalaman dari daerah lain saat berada di perantauan. Kini, jalan lingkungan dipenuhi berbagai jenis tanaman dan sudah berpaving. Pagar serta tembok atau dinding belakang rumah warga dicat warna-warni, bak pelangi. “Ya, ini hasil kerja kami bersama warga,” tandasnya, Minggu (25/3/2018) siang.

Disebutkan, keinginan warga yang kini belum terealisasi memiliki tempat bermain. Meski lahannya sudah ada, namun masih belum terealisasi lantaran terbentur soal dana. Ia bersama pemuda yang lain, kini tengah mengumpulkan dana dan memohon bantuan ke sponsor. Rohman yang menjadi Ketua Pemuda Pecinta Lingkungan setempat, kepingin segera mewujudkan cita-cita warga. “Ini lahannya sudah ada. Tinggal pendanaannya,” ungkapnya.

Ditambahkannya, dalam membangun impiannya menciptakan lingkungan bersih nan asri. Selain dibutuhkan kesadaran masyarakat, juga diperlukan sebuah aturan. Aturan tersebut mengikat dan jika melanggar ada sanksinya, yakni berupa denda. Bagi warga yang melanggar aturan yang tertulis dalam Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dikenai denda berupa, tanaman.

“Yang melanggar diwajibkan membawa tanaman. Bisa ditanam dimana saja. Ditanam di rumahnya tidak masalah atau diserahkan ke RT-nya atau pemuda juga tidak apa-apa,” tandasnya.

Aturan yang dikenai denda diantaranya, merokok di dalam rumah, membuang sampah sembarangan, serta tidak datang atau menghadiri jaga lingkungan di waktu malam. Kecuali ada kepentingan dan itupun harus izin secara lisan ataupun tertulis kepada ketua jaga malam.

Untuk rokok, warga diharuskan merokok di luar rumah, atau tempat yang sudah kami sediakan. Dan tidak boleh di dalam rumah ada asbak rokok, harus ditaruh di luar. “Tamu juga tidak boleh merokok di dalam rumah. Kalau kepingin merokok, bisa di luar atau di pos yang telah kami sediakan,” katanya.

Selain itu, warga juga diilarang membuang sisa air mandi, cuci piring, atau cuci baju ke sungai serta saluran WC. Awalnya, aturan tersebut dilanggar oleh warga, namun setelah para pemuda menutup salurannya, baru warga bisa mengubah prilakunya. Hasilnya, pecahan sungai dari kali utama, yang awalnya keruh, kini sudah bening. Rencananya, kali kecil tersebut akan dibuatkan kerambah untuk memelihara ikan. “Ya, warga yang memelihara dan menjaga. Untuk konsumsi warga nanti,” imbuhnya.

Sementara kali besar, saat ini masih belum bisa sejernih kali yang kecil. Mengingat, kali tersebut mulai dari hulu (Selatan) dibuangi sampah oleh warga yang tinggal di stren atau sekitar sungai. Dan sampah rumah tangga tersebut hanyut dan mengalir sampai ke lingkungan Rohman.

“Setiap malam, warga yang dapat giliran jaga, membersihkan sampah di sungai besar. Kami kepingin memelihara ikan lele di sini,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *