Warga Probolinggo ini Nyaris Tertipu, Ini Modus Penipuan Berkedok Suruhan

by
Pemilik rumah saat menunjukkan aksi penipuan yang terekam CCTV di rumahnya, Senin (23/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Aksi penipuan berkedok suruhan tuan rumah, dapat digagalkan warga jalan Himalaya, Kelurahan Triwung Lor, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Senin (23/4/2018) sekitar pukul 11.00 WIB. Tiga pelaku yang meminta kamera, laptop, dan kunci mobil, kabur setelah kedoknya terbongkar.

Aksi tipu daya tersebut dialami Ahmad Maulidi (48) warga Perumahan Himalaya Gang 1 No 7, tepatnya di belakang pergudangan, Jalan Raya Bromo, Kelurahan setempat. Siang itu, rumahnya didatangi tiga pelaku yang mengaku suruhannya. Satu pelaku yang masuk ke halaman meminta kamera, laptop dan kunci mobil ke Muhammad Nur Ilham (16) anaknya.

Hanya saja, upaya tiga pelaku yang salah satunya mengenakan pakaian coklat-coklat (seperti PNS) tersebut tidak berhasil. Mereka kabur setelah istrinya Sri Astutik menghubungi (menelpon) Ahmad Maulidi. “Pelaku curiga, karena istri saya nelpon. Pelakunya tiga, yang masuk ke halaman satu orang dan yang menunggu di gang, 2 orang. Sempat terekam CCTV,” tandasnya.

Dijelaskan, kala itu kamera oleh anaknya M Ilham akan diserahkan ke pelaku yang masuk ke halaman depan. Untungnya, sang istri tahu dan melarang anaknya menyerahkan kamera ke pelaku. Kemudian Sri Astutik buru-buru menghubungi suaminya. Curiga dengan istrinya, ketiga pelaku lalu kabur. “Saya saat kejadian ada di tempat kerja. Memang, HP saya berdering beberapa kali. Enggak saya angkat karena saya pas mengerjakan sesuatu,” tambahnya.

Karenanya, ia tidak tahu persis kejadiannya karena yang tinggal di rumah hanya berdua, yakni anak dan istrinya. Dengan begitu, yang tahu persis tentang aksi penipuan tersebut M Ilham dan Sri Astutik, istrinya. Pria yang sering disapa Mul itu kemudian menunjukkan rekaman CCTV. Dalam rekaman berdurasi 10 menit tersebut, jelas seorang pria berhelm standar biru bercelana coklat dan berjaket, masuk rumah Mul.

Pelaku yang seorang diri dan memarkir kendaraannya di depan gerbang pagar masuk dan ditemui Iham. Setelah berbincang dengan anak Mul sejenak, pelaku yang sempat membuka helm yang dikenakan, lalu duduk di kursi platik depan rumah Mul. Saat mendengar suara Sri Astutik yang melarang anaknya menyerahkan kamera, pelaku berdiri. Beberapa saat kemudian, pelaku keluar dan kabur mengendarai sepeda motor matic. Bersama dua temannya yang menunggu di gang.

M Ilham membenarkan, kalau dirinya yang menemui. Pelaku mengaku disuruh orang tuanya mengambil kamera, laptop, dan kunci mobil. Alasannya, kamera akan dipergunakan oleh Mul untuk memotret sebuah proyek. Sebelum Ilham masuk mengambil kamera, pelaku sempat menelpon bapaknya.

“Katanya nelpon bapak. Pelaku bilang kepada bapak melalui HP kalau sudah bertemu dengan saya. Saat menelpon bapak, bapak itu nanya nama saya,” jelas Ilham.

Karena pelaku telah berbicara dengan bapaknya di telpon, maka Ilham berkeyakinan kalau orang yang tidak dikenalnya itu, benar-benar suruhan Mul. Ilham kemudian masuk ke rumahnya untuk mengambil kamera. Kamera tersebut, kata pelaku, hendak digunakan memotret proyek bapaknya.

“Saya percaya, karena orang itu nelpon bapak. Saat saya mau menyerahkan kamera, sama ibu enggak boleh. Katanya disuruh menunggu informasi bapak. Saat ibu menghubungi bapak, orang itu kabur,” ujarnya.

Ilham menyebut, di luar ada 2 orang yang menunggu dan mereka bertiga lari ke arah utara, kemudian ke timur bablas ke jalan raya Bromo. Ilham mengaku belum menyerahkan laptop dan kunci mobil yang diminta pelaku. Pria yang berbicara dengannya mengenakan celana coklat dan berjaket.

“Pakaiannya kayak PNS. Yang 2 gak berani masuk. Hanya sesekali melihat ke arah saya saat saya bicara dengan temannya,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *