Warga Bayeman Probolinggo Dihebohkan Penemuan Mayat Waker Pasar

by
Petugas saat hendak melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban, di TKP, di dalam Pasar Bayeman, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Penjaga Pasar Bayeman, Kabupaten Probolinggo, ditemukan tak bernyawa di depan sebuah gudang toko di dalam pasar, Rabu (11/7/2018) sekitar pukul pukul 05.30 WIB. Diketahui, korban meninggal bernama Hartono (50) warga Dusun Kulak, RT 5 RW 1, Desa Wringinanom, Kecamatan Tongas, Kabupaten setempat, dalam kondisi kaku.

Belum diketahui pasti penyebabnya, apakah pria yang menjadi penjaga malam (Waker) pasar Bayeman meninggal dikarenakan sakit atau korban pembunuhan.

Kasat Reskrim Probolinggo Kota AKP Nanang Fendi, yang ada di lokasi kejadian, belum bisa menyimpulkan. Mengingat, peristiwa meninggalnya Hartono, masih didalami dan menunggu hasil otopsi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas.

Dijelaskan, bapak beranak satu itu diketahui meninggal setelah masyarakat melapor ke Polsek Tongas. Saat itu juga, sejumlah petugas datang ke pasar, untuk melokalisir dan mengamankan lokasi kejadian. Tim identifikasi Polresta juga didatangkan dan melakukan olah TKP, yakni di tempat ditemukannya jasad beserta di lokasi tempat tidur korban yang jaraknya berdekatan.

Kasat menyebut, belum diketahui hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Hasil sementara, di tubuh korban tidak ditemui luka lebam, bahkan ceceran darah pun, tidak ditemukan. Meski begitu, pihaknya belum bisa menyimpulkan, kalau Hartono meninggal karena sakit. Sebab, masih perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Untuk sementara ini, tanda-tanda kekerasan belum ditemukan. Yang menentukan nanti, pihak rumah sakit,” tandasnya, usai olah TKP.

Kasat yang baru satu bulan dinas di Polresta menggantikan AKP Pujiono ini kemudian mengatakan, kalau gudang toko sisi barat tempat korban ditemukan, terbuka. Lebarnya, diperkirakan tidak lebih dari 50 meter. Seseorang bisa keluar masuk melalui lubang itu, posisi miring. Toko yang difungsikan gudang tersebut ditutup papan kayu (sirap) dan dua sirapnya, terbuka. “Belum tahu siapa yang membuka,” tambahnya.

Selain itu, didekat jasad korban (kaki) ditemukan satu sak gula pasir seberat 50 kg. Gula yang dibungkus karung plastik putih tersebut, milik orang tua Soliha (30) pemilik gudang. Masih misteri, mengapa gula yang awalnya di dalam gudang, pindah ke luar gudang. Sedang barang lain di dalam gudang, tidak ada yang hilang. “Belum tahu mengapa gula itu ada di luar. Butuh penyelidikan mendalam,” pungkasnya.

Sementara itu, salah seorang pria yang mengaku tetangga dan sahabat korban mengatakan, sekitar pukul 01.00 WIB menemui korban di pasar. Dini hari itu, ia sempat berbincang dengan korban, namun tidak lama, sekitar 10 menit. Pria yang pagi itu datang ke pasar bersama keponakan korban, untuk melihat korban Hartono.

“Saya sebentar, karena mau nonton Piala Dunia. Saat aku datang, korban keliling pasar. Nggak tahu, biasanya tidak pernah keliling,” ucapnya didampingi keponakan korban.

Soliha (30) putri pemilik gudang membenarkan, kalau gula di dekat jasad korban, adalah milik orang tuanya. Ia juga tidak menetahui, mengapa gula tersebut ada di luar. Dan lagi anehnya, posisi barang-barang di dalam gudang tidak berantakan. Disebutkan, gudang itu awalnya toko, lalu ditutup dengan alasan menempati toko atau bedag di pinggir jalan raya.

“Ini tempat barang. Toko kami di depan sana. Nggak, saya kesini bukan mau buka toko. Tapi untuk melihat gudang. Karena saya mendengar waker pasar meninggal di depan gudang orang tua saya,” katanya singkat.

Hasil pantauan, jasad korban tidak kelihatan (samar) baik dari sisi utara, selatan dan timur. Selain tertutup sarung, di sisi timur terhalang dipan bambu yang dimiringkan, begitu juga dari sisi utara dan selatan, terhalang dipan kecil yang diletakkan dalam posisi berediri. Sedang jasad korban terjepit disela-sela tumpukan barang milik orang tua Soliha dengan dipan bambu. Sementara sepeda moronya, diparkir di dekat dipan yang biasa dipakai tudur korban, utara gudang.

Adapun barang bukti yang diamankan polisi diantaranya, satu unit sepeda motor bernopol N 5904 TA, sepasang sandal jepit merah, sentolop atau senter, sebilah parang alias beddung (bahasa maduranya), rokok beserta koreknya, songkok atau peci hitam dan jaket (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *