Walikota Probolinggo Sidak Pelaksanaan UNBK SMP di Hari Pertama

by
Walikota Hj Rukmini tampak berbincang dengan siswi SMP yang hendak mengikuti UNBK. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) untuk SMP di hari pertama, berjalan lancar, alias tidak ada kendala. Hal itu diketahui, saat Walikota Probolinggo, melakukan monitoring terhadap sejumlah SMP, termasuk MTs Negeri, Senin (23/2 sekitar pukul 10.00 WIB. Salah satunya di SMPN 10 dan MTsN.

Dalam sidak dan monitoring tersebut, Hj Rukmini tidak sendirian, tetapi didampingi kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Muhammad Maskur, Kabid Pendidikan Dasar, Budi Wahyu Rianto dan Kabag Humas Protokol Prijo Djatmiko. Khusus sidak di MTsn, Walikota didampingi Kepala Kemenag setempat, Mufi Imron Rosyadi.

Usai monitoring, Hj Rukmini mengatakan, kalau ujian di hari pertama berjalan lancar tanpa ada gangguan. Ia berharap kondisi seperti itu sampai berakhir massa UNBK, yakni pada Kamis depan. “Alhamdiulillah, semuanya berjalan lancar. Seluruh siswa tidak ada yang tidak masuk semuanya ikut UNBK,” tandasnya usai melakukan monitoring di sejumlah SMP, termasuk MTsN.

Di hari itu juga, listrik tidak padam dan internet tidak ngadat alias terganggu. Pihaknya sudah meminta ke PLN, agar selama masa UNBK tidak boleh ada pemadaman, begitu juga soal signal internet. Meski demikian, Hj Rukmini jauh sebelumnya menghimbau kepada SMP penyelanggara UNBK, untuk menyediakan genset sebagai cadangan apabila listrik padam, akibat sesuatu yang tidak diperkirakan sebelumnya.

Tak hanya meninjau ruang kelas yang dipergunakan untuk UNBK, Walikota juga menyempatkan diri melihat dari luar suasana siswa mengerjakan UNBK. Sebelum meninggalkan lokasi sekolah yang disidak, Hj Rukmini juga berkesempat berdialog dengan siswa yang menunggu giliran masuk ruang UNBK. Mereka adalah siswa-siswi yang ikut UNBK di sesi kedua.

Kepada siswa, mantan anggota DPR RI itu mewanti-wanti siswa untuk tidak tegang saat mengarjakan atau menjawab soal UNBK dan selalu bersemangat. Tak lupa, Walikota mengingatkan siswa untuk selalu belajar dan tidak lupa berdoa. “Jangan lupa belajar dan berdoa ya, sebelum mengerjakan soal. Tak kalah pentingnya, nurut pada kedua orang tua dan guru pengajar ya,” pintanya kepada sejumlah siswa.

Sebelum meninggalkan SMPN 10, Walikota berharap, seluruh siswa yang ikut UNBK tahun ini lulus 100 persen. Baik siswa yang sekolah di negeri maupun swasta. Hj Rukmini juga mengagumi pelaksanaan UNBK yang tertib dan menempati ruangan yang bersih dan ber-AC. Ia berharap kondisi seperti itu dapat dipertahankan, agar siswa betah dan nyaman mengerjakan serta menjawab soal serumit apapun. “Tempat juga berpengaruh terhadap siswa,” pungkasnya.

Sementara itu Kabid Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan Kota Probolinggo, Budi Wahyu Rianto mengatakan, memperlakukan sama terhadap siswa yang berkebutuhan khusus. Mereka diikutkan UNBK bersama dengan yang lain dalam satu ruangan. Upaya ini dilakukan, agar siswa yang memiliki kebutuhan khusus tidak minder dan termotivasi karena diperlakukan sama dengan siswa yang normal. “Upaya agar mereka termotivasi, sehingga menjawab soal dengan benar,” tandasnya.
Hanya saja, soal yang dibuatt berbed dengan siwa yang normal. Jika siswa yang lain yang membuat adalah pemerintah pusat, namun soal bagi siswa yang cacat dibuat oleh sekolah setempat. Hanya saja pengerjaannya sama, yakni menggunakan komputer.

“Kami perlakukan sama, agar mereka tidak terseninggung. Tapi soalnya berbeda. Yang membuat ya tim pembuat soal dari sini. Mereka akan bangga, ujian di komputer juga. Kurang lebih ada 7 siswa yang berkebutuhan khusus, tersebar di sejumlah sekolah,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *