Walikota Probolinggo Sidak Pasar, Sejumlah Daging Dites, Ini Hasilnya

by
Walikota Probolinggo, Hj Rukmini saat melakukan sidak di pasar tradisional, Selasa (5/6/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Hati-hati, daging tidak layak konsumsi beredar di Kota Probolinggo. Daging yang seharusnya tidak dijual tersebut ditemukan di pasar tradisional, saat Walikota melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di Pasar Baru dan Pasar Wonoasih, Selasa (5/6/2018) sekitar pukul 05.30 WIB.

Hal tersebut diketahui, setelah tim gabungan dari Dinas Pertanian dan instansi terkait yang mengikuti sidak, melakukan uji cepat kwalitas. Daging yang dicurigai itu pun langsung dites menggunakan Reagen Eber (uji kebusukan) dan pH Strip (uji kualitas daging). Hasilnya, daging tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi. Karenanya, Walikota meminta untuk tidak dijual.

Meski begitu, Hj Rukmini menghimbau agar masyarakat tidak resah. Mengingat, daging yang diketahui tak layak jual, jumlahnya sedikit dan hanya satu pedagang yang menjual. Sementara pedagang yang lain dagingnya tidak ada masalah.

“Ditemukan daging yang tidak bagus kwalitasnya. Di Pasar Baru. Hanya satu pedagang. Yang lainnya tidak ada masalah,” ujar Wali Kota Rukmini.

Retno Wandansari, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyebut, dalam kondisi normal, daging yang layak konsumsi pH-nya 5,6 sampai 6. Sedang temuan di pasar, pH-nya diatas 7.

“Kalau pH-nya 7, tidak baik dikonsumsi. Diperkirakan daging itu sudah tiga hari lalu dijual. Ya, langsung kami amankan dagingnya. Penjualnya kami tegur dan kami ingatkan agar tidak menjial lagi daging yang kondisinya seperti itu,” ujarnya.

Pada sidak pagi itu, Walikota didampingi Sekdakot dr Bambang Agus, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sukarning Yuliastuti, Kepala Dinas Satpol PP Sudiman serta tim dari Polres Probolinggo Kota dan instansi terkait lainnya. Dalam sidak tersebut, Walikota mendatangi sejumlah pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Baru dan pasar Wonoasih.

Rukmini meminta kepada para penjual untuk mengeluarkan dan menunjukkan daging sisa kemarin, untuk dites. Ia juga mengingatkan pedagang yang membungkus jualannya menggunakan tas kresek hitam dan diminta dibungkus tas kresek putih agar daging lebih aman dikonsumsi. Walikota juga menanyakan soal harga daging ayam dan sapi. Untuk daging ayam per kilogram dihargai Rp 38 ribu, sedang daging sapi Rp 110 ribu.

Saat sidak di pasar Wonoasih, diketahui, harga daging ayam lebih murah dari Pasar Baru yakni Rp 37 ribu per kilonya. Rukmini mengatakan, harga daging relatif stabil dan persediaan aman, sehingga tidak perlu dipasok dari luar daerah. Sedang untuk daging ayam disuplay dari daerah lain, karena jumlah peternak tidak sebanding dengan kebutuhan ayam.

“Untuk daging sapi aman. Hanya daging ayam yang masih tergantung dari luar kota,” tambah Rukmini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Sukarning Yuliastuti mengatakan, menjelang lebaran, tim kesehatan masyarakat veteriner rutin melakukan survei bahan asal hewan (daging dan telur) ke pasar. Tujuannya, pembinaan, pemantauan dan pengawasan secara langsung.

“Karena kebutuhan daging meningkat. Harus disidak untuk mengetahui kwalitas dan harga serta jumlah. Agar momen Idul Fitri ini tidak ada yang bermain,” katanya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *