Usai Bertemu PT Lapindo Brantas, Warga Blimbing Kembali Tolak Rencana Pengeboran

by
Banner penolakan warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, atas rencana pengeboran gas oleh PT Lapindo Brantas. (FOTO: ELO)

JOMBANG, FaktaNusantara.com – Usai dilakukan pertemuan antara warga Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben, Jombang, dengan PT Lapindo Brantas, di kantor kecamatan setempat, warga kembali menyuarakan penolakan, terkait rencana eksplorasi sampel, yang merupakan agenda mapping mitigasi untuk mengambil sampel kandungan gas.

Bentuk aksi penolakan yang dilakukan warga kali ini, dengan membentangkan spanduk bernadakan penolakan terkait rencana eksplorasi pihak PT Lapindo Brantas di Dusun Kedondong, Desa Blimbing, Kecamatan Kesamben.

Menurut Yusuf (45), aksi warga tersebut, selain sebagai bentuk protes terhadap adanya rencana eksplorasi di desanya, juga bertujuan untuk menarik simpati warga desa lainnya agar turut berjuang, melakukan penolakan.

“Yang mendorong kita untuk membentangkan spanduk penolakan ini, ya yang pertama ini adalah bentuk kekompakan kita sebagai warga Dusun Kedondong untuk menolak adanya pengeboran (eksplorasi, red) Lapindo. Yang kedua, untuk menarik simpati warga lain, agar ikut berjuang,” kata Yusuf, yang merupakan tokoh masyarakat setempat.

Jika perjuangan warga masih menemui jalan buntu, lanjutnya, dirinya bersama warga berencana akan melakukan aksi ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang. “Untuk sementara, aksi seperti ini masih akan kita lakukan. Tetapi tidak menutup kemungkinan kita juga akan ke Pemkab Jombang. Tapi kita lihat situasi dulu,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Sugio (35), Ketua RT 01/RW 04 Dusun Kedondong, Desa Blimbing. Pihaknya menegaskan, bahwa ada tiga titik pemasangan spanduk penolakan tersebut. Salah satunya, berada di perempatan Dusun Kedondong yang masuk dalam wilayah RT 01 RW 02. “Ini tadi yang masang kita bersama warga, pada pukul 16.00 WIB hingga maghrib,” tukasnya.

Terpisah, Su’adi salah satu perwakilan dari pihak PT Lapindo Brantas mengatakan, pasca pertemuan di Kantor Kecamatan Kesamben beberapa waktu lalu, Lapindo akan segera melakukan sosialisasi kepada warga.

“Gini mas, kita kan sudah koordinasi dengan pihak Desa. Setelah pertemuan di Kecamatan itu kan sebenarnya permasalannya sudah klir. Memang, terjadi miskomunikasi di masyarakat, karena belum terinfokan dan memang kita tahapannya belum menyentuh ke masyarakat. Waktu itu kan kita masih pembebasan tanah. Dan karena sekarang pembebasan tanahnya sudah selesai, nanti baru kita akan sosialisasi, Insya Allah dalam minggu-minggu ini,” pungkas Su’adi. (elo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *