Tumpukan Sampah di Pinggir Jalan Raya Desa Tempursari ini, Bikin Nyumbat Hidung

by
Sampah berbagai jenis, tampak menumpuk di pinggir Jalan Raya Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (23/4/2018). (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Tumpukan sampah tampak menggunung di bahu Jalan Raya Desa Tempursari, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Sampah berbagai jenis yang berjarak sekitar 200 meter dari Kantor Desa setempat itu, tampak mengganggu ketertiban umum. Siapapun yang melintas disitu, dipastikan menutup hidung. Sebab, baunya sangat menyengat.

Pantauan FaktaNusantara.com di lokasi, tak hanya sisi kiri jalan, sampah juga tampak menumpuk di bagian sisi kanan jalan. Terlihat pula, jenis sampah tersebut diantaranya sampah plastik, kertas, dan sampah rumah tangga.

“Jorok dan menjijikan banget. Banyak lalat. Harusnya segera dibersihkan atau dilarang membuang sampah di tempat itu,” kata Parno (53), salah satu pengemudi yang melintas saat ditemui di lokasi, Senin (23/4/2018).

Parno tak menampik, jika keberadaan sampah tersebut sangat menganggu bagi pengguna jalan. Apalagi bagi yang berjalan kaki. “Ya jadi ternganggu, baunya yang tidak sedap,” ucapnya.

Hal senada diucapkan Adi (47) warga yang kebetulan melintas di jalan tersebut. Ia menyebutkan banyak orang-orang yang tak tanggung jawab membuang sampah sembarangan di lokasi ini. Karenanya, dirinya berharap, agar masyarakat lebih memperhatikan lingkungan.

“Dulu, tahun 2013 pernah mengunung seperti ini. Karena dimuat media, akhirnya dilarang dan diuruk. Tapi kok sekarang muncul lagi,” kata Adi.

Sementara Kepala Desa (Kedes) Tempursari, Sunyoto Ali Winoto mengatakan, pihaknya masih berusaha mencari solusi terkait sampah yang menggunung di lokasi tersebut. Kades juga mengaku, bukan warganya yang membuang sampah disitu, melainkan warga jauh.

“Mosok aku kon nunggoni neng lokasi, terus kon piye. Bolak-balik dilarang tapi ora enek solusine. Itu orang-orang jauh yang membuang. Sulit mengatasinya. Harus ada lahanya. Itu sudah lama terjadi, sebelum saya jadi Kades. Kita perlu solusi,” terangnya, Senin (23/4/2018).

Bahkan, Kades Suyoto menceritakan, jika pernah mendapati orang buang tinja, lalu ditaruh disitu. Yang bersangkutan akhirnya ditangkap warga dan dibawa ke Balai Desa Tempursari.

“Untung saja saya ingat kalau saya Kepala Desa. Coba masih aktif jadi PM (polisi militer) AD (angkatan darat), mampus orang itu,” kata Kades kesal. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *