Tingkatkan Capaian Rekaman KTP-El, Disdukcapil Kab. Madiun Gelar Rapat Koordinasi

by
Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil Disdukcapil, Ahmad Sofingi SE saat Rakor di Aula Disdukcapil Kabupaten Madiun, Senin (14/5/2018). (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat, Dinas Kependudkan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Madiun menggelar rapat koordinasi dan harmoni serta sinergitas, bersama Sekcam, Kasipem dan Petugas Registrasi Desa, di Aula Kantor Disdukcapil, Senin (14/5/2018).

Dalam sambutannya, Sekretaris Disdukcapail Kabupaten Madiun Hadi Subandono mengatakan, tujuan rapat tersebut yakni melakukan evaluasi, sharing informasi, dan menyepakati adanya percepatan pencapaian target nasional perekaman KTP Elektronik (KTP-El) 100 persen, dengan melakukan peningkatan pelayanan,pemberdayaan serta peran masyarakat.

“Perekaman KTP-El terkait dengan pelayanan, dalam evaluasi masukan-masukan yang lebih lancar di lapangan,” kata Hadi Subandono, saat membuka acara.

Pada kesempatan ini, Kepala Bidang Pelayanan Pencacatan Sipil, Disdukcapil Kabupaten Madiun, Ahmad Sofingi menyampaikan kiat-kiat dalam pencapaian target nasional KTP-El.

“Ada perubahan luar biasa perubahan admistrasi. Ini merupakan oleh-oleh Rakor di Batam bersama Kadin Disdukcapil. Jika sebelumnya, aturan tidak berkesinampungan. Kini Disdukcapil dengan kecamatan harus bisa sinergi,” ucap Ahmad Sofingi.

Menurut Ahmad Sofingi, dari upaya dan kerjasama yang terus dilakukan Disdukcapil dengan berbagai pihak. Administrasi kependudukan di Kabupaten Madiun mencapai target.

Namun untuk akta kematian, imbuh Sofingi, saat ini capaianya masih terbilang rendah. Mengingat kesadaran masyarakat untuk mengurus akta kematian tidak begitu penting. sehingga masih banyak yang enggan mengurusnya. Meski begitu, pihaknya terus mengupayakan sosialisasi agar masyarakat memiliki kesadaran untuk mengurus akta kematian keluarganya yang meninggal.

“Penting diketahui bersama, akta kematian juga harus diurus untuk ketertiban administrasi kependudukan. Apalagi sekarang akan melaksanakan Pilkada serentak. Dimana KPU membutukan data kependududkan yang betul-betul akurat untuk terbitnya hak pilih. Jadi secara garis besar, akta kematian itu penting dibuatkan, sehingga dengan begitu data di server Disdukcapil akan dihapus,” tandasnya Ahmad Sofingi.

Ia menambahkan, melalui rakor yang di lakasanakan seperti ini, Disdukcapil mencanangkan tertib adnministrasi kependudukan, sehingga cakupan dokumen kependududkan dan catatan sipil di Kabupaten Madiun terus meningkat.

Selain melalui, rakor Disdukcapil Kabupaten Madiun terus melakukan berbagai cara pelayanan KTP-El, salah satunya perekaman keliling di 206 Desa di 15 Kecamatan Kabupaten Madiun.

“Saat ini, sudah 9 Kecamatan. Sedangkan yang belum yakni Kecamatan Saradan, Sawahan, Pilangkenceng, dan Kecamatan Mejayan. Alat-alatnya kita titipkan ke petugas registrasi di Desa dan mampu mengoperasikan sendiri, mampu menggunakan alat perekaman sendiri,” ungkap Sofingi.

Dari data yang disampaikannya, untuk yang belum melakukan perekam KTP-El per 26 Maret 2018, ada sekitar 24 ribuan. Jumlah itu belum riil di database. Ada yang meninggal dunia dan ada yang pergi jadi TKI, atau bepergian. “Tarjet tanggal 11 Juni 2018 sudah selesai di Kecamatan Sawahan,” papar Ahmad Sofingi. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *