Teror Bom di Surabaya, Moeldoko Himbau Masyarakat Tenang dan Tak Panik

by
Jendral (Purn) Moeldoko saat membuka acara Halaqoh Ulama Nasional IPI di Masjid Moeldoko Jombang. (FOTO: ELO)

JOMBANG, FaktaNusantara.com – Dalam agenda membuka acara Halaqoh Ulama Nasional Ikatan Pesantren Indonesia (IPI), yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 13-14 Mei, di Masjid H Moeldoko, Kecamatan Bandarkedungmulyo, Kabupaten Jombang, Kepala Staf Presiden RI, Jendral (Purn) Moeldoko, menghimbau pada seluruh masyarakat, agar tetap tenang dan tidak panik, terkait adanya peristiwa teror bom di beberapa gereja di Surabaya.

“Yang penting adalah bagaimana kita semuanya menghadapi situasi ini dengan tenang, untuk tidak panik, karena kejadian-kejadian seperti ini, memang kadang-kadang mengejutkan. Tapi yang jauh lebih penting adalah masyarakat supaya tenang mengikuti semua proses yang akan kita lakukan,” ujar Moeldoko, Minggu (13/5/2018).

Moeldoko mengatakan, Presiden dan seluruh aparat keamanan khususnya Kapolri sudah mengetahui adanya peristiwa terror bom yang ada di Surabaya. Bahkan, Kapolri juga turun langsung ke Surabaya.

“Saya sudah monitor, pak Kapolri juga sudah turun kelapangan, tadi panglima TNI juga sudah berkordinasi sama kita, dan Pak Presiden juga sudah memahami situasi ini,” paparnya.

Saat ditanya apa langkah yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk mengatasi masalah terror bom di Surabaya tersebut, mantan panglima TNI tersebut menuturkan, pihak aparat keamanan sudah bergerak secara cepat untuk menanggulangi peristiwa di Surabaya.

“Sebagai aparat keamanan, pasti ya aparat intelegen dan seterusnya akan bergerak dengan cepat, untuk melihat situasi ini. Motifnya siapa yang berada dibalik ini semua, dan itu yang akan segera kita tindak lanjuti,” papar Moeldoko.

Disinggung mengenai upaya pemerintah yang mempertimbangkan untuk membentuk kembali Komando Operasi Khusus Gabungan dalam rangka penanggulangan terorisme di tanah air.

“Sebenarnya menghidupkan kembali Koopsgabsus, waktu saya pergi ke Riau, saya sudah lapor ke Presiden, dan Presiden tertarik untuk menghidupkan kembali, karena itu adalah sebuah instrumen keamanan yang ditangan Presiden dan bisa digerakkan ke seluruh penjuru. Dan intinya adalah kami bersikap tegas dalam menangani terorisme,” pungkas Moeldoko.

Pantauan di lokasi, sejumlah ulama dari seluruh pesantren di Indonesia, juga mendeklarasikan sikap yang mengecam tindakan terorisme dan meminta pemerintah untuk memberantas habis terorisme dan paham radikal serta penyebar ujaran kebencian di bumi Indonesia. (elo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *