Terkena Dampak Limbah Pabrik Paling Parah, Kades Watugolong Mengeluh

by

SIDOARJO, FaktaNusantara.com – Meski keberadaan pabrik tidak masuk di wilayah desanya, namun Kepala Desa Watugolong, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, mengeluhkan dampak dari keberadaan pabrik yang berada di kawasan Bypass Krian tersebut.

Menurutnya, dampak tersebut berupa limbah cair yang dibuang di saluran drainase desa yang menghubungkan Desa Krian dengan Watugolong. Meski begitu, dirinya mengaku belum mengetahui pabrik mana yang membuang limbang cair sembarangan.

“Paling terdampak dari limbah yang dibuang ke saluran drainase, ya Desa Watugolong, karena letaknya lebih rendah dari Desa Krian. Jadi, air yang sudah tercampur limbah pabrik berkumpul di desa ini. Dusun yang paling parah yakni Dusun Watugolong, Sidorangu, dan Dusun Tambakwatu,” jelas Jainuri, Rabu (27/2/2018).

Menurutnya, saat musim hujan datang dan sungai tak mampu menampung debit air, menyebabkan air yang sudah bercampur limbah tersebut, meluap ke area persawahan milik warga. “Ya tentu berdampak pada tanaman, selain tanah menjadi tidak subur, bahkan ada juga yang gagal panen,” katanya.

Disinggung soal kompensasi dan CSR (Corporate Social Responsibility) dari parbrik penghasil limbah, Jainuri mengaku, kompensasi ke warga itu ada, namun sangat kecil, tidak sepadan dengan dampak limbah yang diterima warga. Sementara untuk program CSR, tidak pernah ada.

“Kalau dibanding lima tahun lalu, ya beda jauh. Kalau dulu, air yang ada di bak mandi, tidak dikuras seminggu pun, air tetep jernih dan bening. Tapi sekarang, tiga hari tidak dikuras, airnya jadi kuning dan terdapat kotoran seperti lendir,” jelasnya.

Kondisi itu, lanjut Jainuri, membuat warganya mengadu. Namun hingga saat ini, pihak pabrik seolah tak peduli dengan keluhan warganya. “Kita juga sudah melapor hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sidoarjo, namun hingga detik ini belum ada respon,” keluhnya. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *