Tak Perlu Memutar Lewat Surabaya, Ada Jalur Probolinggo – Madura

by
Suasana Launching kapal cepat Probolinggo - Pamekasan. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Warga Probolinggo atau warga daerah lain, mulai 16 Juli 2018 nanti, tidak perlu memutar lewat Surabaya, jika hendak berkunjung ke empat kabupaten yang ada di Pulau Madura. Sebab, Pemprov Jawa Timur, akan membuka jalur potong kompas Probolinggo – Madura.

Tampaknya, rencana tersebut bukan hanya bualan, Pemprov Jatim melalui Dishub Jatim telah membuktikan rencananya, Kamis (12/7/2018) pagi, jalur Pelabuhan Tanjung Tembaga Kota Probolinggo – Kabupaten Pamekasan, telah dibuka. Launching dilakukan Kabid Perhubungan Laut dan LLASDP Dishub Provinsi Jawa Timur, Nyono, didampingi Kepala Dishub setempat, Sumadi.

Nyono menegaskan, pengoperasian trayek lintas pelayaran Pamekasan – Probolinggo, merupakan program inovasi di Dinasnya. Diharapkan, dengan dibukanya trayek atau jalur cepat tersebut, pertumbuhan ekonomi lebih cepat, berbanding lurus dengan mobilitas masyarakat yang semakin cepat. “Saat ini yang dibutuhkan kecapatan, terutama bagi pelaku bisnis,” tandasnya.

Karenanya, lanjut Nyono, Pemprov mewujudkan programnya. Langkah tersebut diambil, untuk memberi pelayanan transpportasi cepat. Warga tidak perlu memutar lewat Surabaya, yang menghabiskan waktu berjam-jam kalau hendak ke Pamekasan dan kabupaten sekitarnya. Selain berfungsi mempercepat pelaku bisnis, diharapkan keberadaan kapal cepat tersebut, berguna bagi warga yang lain.

Terutama bagi mereka yang tinggal di sekitar Probolinggo, seperti Pasuruan, Situbondo, Lumajang, Bondowoso, dan kabupaten sekitarnya. Transportasi cepat itu juga bisa dimanfaatkan putra-putri warga yang menuntut ilmu atau mondok di Probolinggo dan sekitarnya.

“Kami mencoba membidik pangsa pasar transportasi di sini. Kami yakin, penumpangnya banyak. Sebab, untuk sampai ke Pamekasan, hanya butuh waktu 1,5 jam. Kalau lewat Surabaya, lama kan,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan jalur cepat menggunakan kapal cepat tersebut. Saat ditanya, apakah kapal tersebut nantinya bernasib sama seperti pada era Walikota HM Buchori, yang hanya beroperasi beberapa hari lantaran, sepi penumpang ? Nyono mengaku, memiliki strategi agar kapal yang dilaunching-nya tidak bernasib sama dengan kapal cepat sebelumnya. Pihaknya akan membantu promosi kapal yang bernama Srikandi Marina tersebut.

Kapal cepat yang digandeng Dishub Provinsi Jawa Timur dikelola murni swasta bernama Srikandi Marina. Jarak tempuh sekitar 33 mil dari pelabuhan Kota Probolinggo – Pamekasan ditempuh hanya 1 sampai 1,5 jam, Tarif kapal berkapasitas 70 orang ini Rp 125 ribu per orang. Kepala Dishub Kota Probolinggo Sumadi menyatakan, kapal cepat seperti itu sudah ada sebelumnya. Yakni tahun 2008 yang digagas di era Walikota HM Buchori. Hanya saja tidak berlanjut, lantaran sepi penumpang.

Sumadi yakin, kapal Srikandi tidak akan bernasib sama dengan kapal sejenis yang telah ada sebelumnya. Mengingat, sang pengelola menawarkan berbagai fasilitas penumpangnya. Diantaranya, kapal akan singgah di tiga pulau kecil tengah laut. Pemnumpang bisa menikmati karena kapal akan singgah di pulau tersebut, meski hanya sebentar. Jika nantinya, penumpang sepi, Pemprov akan mensubsidi penumpang.

“Karena disubsidi, nantinya tarifnya dibawah Rp 125 ribu. Kami yakin, kapal ini akan terus beroperasi,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *