Tak Lolos Verifikasi Administrasi, Rata-rata Jadi Kendala Pendaftar Polisi di Probolinggo

by
Pendaftar polisi di Mapolresta Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Jelang sehari sebelum ditutup hari ini, Rabu (11/4/2018) pukul 00.00 WIB, jumlah pendaftar polisi di Polres Probolinggo Kota sebanyak 169 orang. 44 pendaftar diantaranya, sudah dinyatakan lolos administrasi dan siap mengikuti seleksi lanjutan di Polda Jatim. Sementara sisanya, masih harus mengikuti seleksi di Polresta, yang berkhir Rabu hari ini.

Dimungkinkan, pendaftaran akan bertambah, karena pendaftaran tinggal satu hari lagi. Hal tersebut disampaikan Kabag Sumda Polresta Kompol Sayudi, Selasa (10/4/2018) siang, di ruangannya. Ia tidak bisa memastikan, berapa kira-kira warga Kota Probolinggo yang mendaftar Bintara, Tantama, ataupun Akpol. Mengingat, saat ini penutupan masih dibuka dan berlangsung. Pastinya, dapat diketahui pada Kamis (12/4/2018) mendatang.

Dibanding pendaftaran tahun sebelumnya (2017), pesertanya lebih banyak tahun ini (2018), yakni 186 peserta dan lolos administrasi sebanyak 133 pendaftar. Dengan demikian, mereka yang lolos verifikasi administrasi itulah, yang berangkat ke Polda Jatim. Sedang yang tidak lolos, tidak. “Lebih banyak tahun lalu. Karena waktunya lebih lama, dibanding tahun sekarang. Tahu 2017 satu bulan, sedang tahun 2018 hanya 2 minggu,” tandasnya.

Menurutnya, kebanyakan pendaftar, mendaftar melalui online melalui website Polda Jatim. Setelah pendaftarannya diterima, mereka datang ke Mapolresta untuk melakukan verifikasi persyaratan. Jika persyaratannya dinyatakan kurang lengkap atau masih ada yang dibenahi, maka pendaftar harus melengkapi dulu sesuai saran petugas pendaftar. Dan setelah selesai, pendaftar bisa kembali lagi dengan membawa perlengkapan lengkap.

Adapun batas akhir pendaftaran dan penyertahan berkas Rabu (11/4) pukul 00.00 hari ini. Di hari itu Mapolresta tidak menerima lagi pendaftaran alias ditutup. Kompol Sayudi, tidak tahu mengapa waktu pendaftaran polisi tahun ini, lebih pendek yakni hanya 11 hari, dimulai tanggal 26 Maret hingga 11 April.

“Kalau antusiasnya lebih banyak tahun ini. Meski jumlahnya lebih sedikit dibanding tahun lalu. Kalau melihat waktu pendaftaran. Tahun ini waktunya lebih pendek, dibanding 2017,” tambahnya.

Dijelaskan, dari sekian pendaftar, paling banyak yang tidak lolos verifikasi administrasi, soal surat keterangan kematian. Kebanyakan dari mereka tidak membawa surat keterangan kematian dari kelurahan tempat tinggalnya. Mereka rata-rata mengabaikan alias tidak meminta keterangan kematian, jika orang tuanya meninggal.

“Banyak warga menyepelekan hal itu. Padahal, surat keterangan kematian, penting. Kalau dibutuhkan, baru mereka mengurus,” tandasnya.

Persoalan administrasi lain adalah status keluarga. Tidak sedikit pendaftar yang status keluarganya tidak sesuai saat mendaftar. Mereka masih menggunakan kartu keluarga lama, padahal kedua orang tuanya sudah bercerai. Jika tidak sesuai, maka pendaftar diminta kartu keluarga baru yang sesuai dengan status keluarga saat ini.

“Harus menyesuaikan, ikut keluarga bapak atau ibu. Kalau orang tuanya kawin sirri, maka nama orang tua di kartu keluarga, ya salah satu dari orang tua tersebut. Misalnya, orang tua asli Ibi, maka nama yang tercantum di kartu keluarga, nama Ibi,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *