Tak Bisa Masuk, Massa Keluhkan Tak Ada Fasilitas di Luar Arena Debat Pilkada Jombang

by
Sejumlah pendukung dari paslon yang tidak bisa masuk dan hanya bisa melihat dibalik kaca aula gedung PG Djombang Baru. (FOTO: ELO)

JOMBANG, FaktaNusantara.com – Pelaksanaan debat publik Pemilihan Bupati (Pilbup) Jombang putaran I yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jonbang, yang diikuti oleh ketiga pasagan calon (Paslon), mendapat keluhan dari sejumlah massa pendukung Paslon yang mengikuti acara tersebut.

Hal ini dikarenakan, sejumlah massa pendukung dari Paslon tidak dapat masuk ke ruang debat, sebab adanya pembatasan jumlah masa pendukung dari pihak KPU. Alhasil, sejumlah pendukung yang tidak bisa masuk, hanya bisa melihat acara tersebut di balik pintu kaca di bagian timur Aula PG Djombang Baru.

“Teman-teman banyak yang tidak bisa masuk, karena terbatasnya kursi atau harus membawa Id Card. Harapan saya, paling tidak KPU menyediakan proyektor, atau tempat duduk, atau fasilitas lainnya, KPU bisa menyediakan fasilitas sendiri,” ujar Anjik, salah satu pendukung dari Paslon nomor urut tiga, Syafiin-Khoirul, Sabtu (12/5/2018).

Hal senada juga diungkapkan Aman, salah satu pendukung dari paslon nomor urut satu, Mundjidah-Sumrambah. Dirinya mengatakan, seharusnya KPU menyediakan fasilitas bagi masyarakat atau massa pendukung yang tidak bisa masuk ke ruangan debat dilaksanakan. “Ya ada TV layar lebar lah atau proyektor yang ditaruh di luar gedung,” keluh Aman.

Sementara Komisioner KPU Jombang, Fatoni mengatakan, memang KPU sengaja membatasi masa pendukung Paslon. Yang boleh masuk hanya 50 orang. Pembatasan ini diberlakukan agar situasi debat bisa berjalan lancar dan kondusif.

“Iya kita batasi, tiap pasangan calon kita batasi 50. Karena lihat kondisi di lapangan seperti ini, kita menjamin keamanan, rasa nyaman, dan kita utamakan seperti itu,” tegas Fatoni.

Menurut Fatoni, bisa dilihat dan dirasakan bahwa suasana debat publik Pilkada Jombang tahap I, ini berjalan kondusif. Karena dengan adanya pembatasan ini, kapasitas gedung bisa disesuaikan dan kondisi acara tersebut bisa dikontrol.

“Kondisinya kan enak, nyaman, sejuk, tidak panas, karena kapasitasnya sesuai, tidak melebihi batas maksimal. Jika melebihi batas, bisa saja nanti menguras energi, dan mempengaruhi situasi dalam gedung,” katanya.

Disinggung adanya sejumlah relawan dan massa pendukung Paslon yang berada diluar dan tidak bisa menyaksikan acara debat di aula tersebut, pihaknya mengatakan bahwa usai acara debat tersebut, KPU akan melakukan evaluasi dan diharapkan pada debat tahap kedua semua bisa berjalan sempurna.

“Nanti kita evaluasi. Sebetulnya, selain kita menggelar debat langsung live TV seperti ini, kita juga melakukan hal yang sama di seluruh kecamatan. PPK kita instruksikan untuk menggelar nonton bareng debat publik pertama ini,” pungkas Fatoni. (elo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *