Tak Ada yang Mengurus, Ponten Umum ini Jadi Kumuh dan Bau

by
Ponten umum di Jalan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tidak terawat dan kumuh. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Ponten atau kamar kecil umum di Jalan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, tak berfungsi. Akibatnya, ponten di areal Pedagang Kaki Lima (PKL) timur traffict light Jalan Brantas, kini tidak terawat dan kumuh. Padahal, tempat tersebut dibutuhkan para pedagang dan pembeli, yang hendak buang air kecil atau sekedar cuci muka.

Pantauan di lokasi, pompa tangan yang dipakai untuk mengisi kamar mandi, sudah tidak terlihat. Dua pintu yang berbahan plastik rusak, tidak bisa dibuka dan ditutup. Sedang bagian dalam kamar mandi, kotor berdebu dan tak berair. Di depan Ponten, ada tumpukan besi terop PKL. Sehingga, menghalangi jalan ke kamar kecil. Sementara dindingnya kusam, warnanya putih kecoklatan dan ada coretan. Serta di luar ponten, sampah berserakan dan tumbuh tanaman liar.

Menurut salah satu PKL, ponten sudah lama tidak digunakan, sekitar pertengahan 2014 yang lalu. Penyebab awalnya, bukan rusak atau tidak bisa dipakai, tetapi lantaran tidak ada yang mengurusi. Awalnya, petugas jaga warung PKL yang mengurusi WC umum tersebut. Tetapi malas ngurusi, lantaran pengguna ponten tidak ada yang membayar.

“Dulu yang jaga kios PKL yang ngurusi. Berhenti karena yang ke kamar kecil enggak ada yang bayar. Uangnya untuk penjaga yang mengisi air dan membersihkan. Kan mereka tidak ada bayarannya,” ujarnya, Minggu (8/4/2018) siang.

Lantaran tidak ada yang ngurus, ponten menjadi kotor dan bau. Warga dan pembeli yang ke ponten sehabis buang air kecil dan air besar tidak disiram. Kamar mandi tidak ada airnya, karena tidak ada petugas yang mengisi air. Sedang pengguna ponten malas mengambil air, karena menggunakan pompa manual alias pompa tangan. Jadi habis kencing, tidak disiram. Bahkan habis berak, langsung keluar. “Ya tidak disiram, karena tidak ada airnya. Pompanya pakai tangan,” tambah pria yang enggan namanya ditulis tersebut.

PKL yang menjual es degan beserta belasan PKL yang lain berharap, kamar mandi yang sudah tidak dipakai lebih tiga tahun ini, bisa difungsikan kembali. Sebab, belasan PKL dan pembeli yang hendak kencing atau sekedar cuci tangan dan muka, kesulitan. Mengingat, ponten umum tersebut adalah satu-satunya.

“Ya, kami berharap begitu. Soalnya kalau kami kebelet kencing, harus ke rumah. Ya kalau dekat. Kan kasihan yang jauh,” pungkas lelaki asal Tanggul, Jember tersebut.

Terpisah, Ketua PKL Alifurrahman mengatakan, PKL yang ada di utara jalan Gus Dur itu, binaan dan dikelola Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian. Bukan anggota Paguyuban Pedagang PKL. Dimungkinkan, yang mengelola ponten yang berlokasi di ujung barat tersebut, adalah DKUPP.

Sementara itu, kepala DKUPP Gatot saat dihubungi mengaku, belum mengetahui pemilik dan pengelola ponten. “Senin besok, kami tanyakan ke asset. Apa milik aset atau milik perorangan,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *