Tahapan Kualifikasi Dokumen Proyek Pasar Baru Kota Probolinggo, Nyaris Ricuh

by
Tender Proyek Revitalisasi Pasar Baru yang berlangsung, Senin (9/7/2018) sekitar pukul 9.30 WIB di Kantor Walikota Probolinggo, nyaris ricuh. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Tender Proyek Revitalisasi Pasar Baru yang berlangsung, Senin (9/7/2018) sekitar pukul 9.30 WIB di Kantor Walikota Probolinggo, nyaris ricuh. Penyebabnya, kontraktor yang hendak masuk ke halaman Pemkot, tempat berlangsungnya tender, dicegat sekelompok orang.

Sementara kelompok pendukung kontraktor yang akan menghadiri klarifikasi dokumen proyek, tidak terima. Hanya saja, kericuhan yang hampir adu jotos tersebut, tidak berlangsung lama. Kedua kubu yang kontra saling menyadari, sehingga merekapun memisahkan diri.

Kelompok pro rekanan, bergerombol di pintu keluar Pemkot atau di sebelah barat. Sedang kelompok kontra kontraktor yang menghadiri tahapan klarifikasi, bergerombol di timur pintu masuk sebelah timur. Meski demikian, petugas keamanan dari Polresta dan Satpo PP yang diterjunkan ke lokasi tender proyek, tetap berjaga. Pintu masuk Pemkot sebelah timur, ditutup. Jika ada warga yang ingin masuk ke Pemkot, masih ditanyai keperluannya.

Sementara, kendaraan watercannon yang diterjunkan untuk mengantisipasi kericuhan, parkir di depan kantor Walikota. Lantaran penjagaan ketat, kontraktor yang datang belakangan, bisa bebas dan melenggang masuk halaman kantor Walikota. Penjagaan diperketat, karena sebelumnya, terjadi aksi saling dorong antara kelompok kontra rekanan dengan petugas di pintu masuk Pemkot sebelah timur.

Kelompok tersebut berusaha menghalang-halangi rekanan yang akan menghadiri acara tahapan tender klarifikasi dokumen kontraktor. Sementara petugas menghalau kelompok yang mencoba menahan kendaraan rekanan yang hendak masuk tersebut. Kendaraan bisa masuk, setelah petugas berhasil membujuk dan menghalau kelompok tersebut dari pintu masuk.

Salah satu pendukung rekanan mengatakan, dirinya bersama puluhan rekannya datang ke Pemkot untuk mengawal rekanan yang akan menghadiri klarifikasi dokumen di ruang Puri Menggala Bhakti. Manurut pria yang enggan namanya disebutkan tersebut, sebelumnya ia mendengar akan ada pencegatan di pintu masuk Pemkot. “Kami kawal rekanan kami. Ternyata benar, ada pencegatan,” tandasnya.

Lantaran rekanannya bisa masuk ke kantor Walikota, pihaknya tidak mau ribut-ribut berkepanjangan. Mengingat, kelompok yang kontra rekanan, saling mengenal ditambah rekanan yang dikawalnya, bisa masuk untuk menghadiri tahapan klarifikasi proyek.

“Tadi sempat ricuh sebentar. Ya, hanya adu mulut, nggak sampai adu fidik. Kita ngalah, yang penting rekanan yang dikawal kita, sudah masuk,” tandas pria itu di depan kantor Pemkot.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR melalui Ketua Pokja II, Lukman Hakim mengaku tidak tahu soal kawal-mengawal proyek. Ia berterus terang, jika melihat rekanan yang hendak menghadiri tahapan klarifikasi dokumen di hadang di pintu masuk Pemkot, dihadang sekelompok orang.

“Saya tidak mau tahu kejadian itu. Panitia proyek hanya memastikan rekanan yang dapat undangan bisa masuk,” ujar Lukman.

Dalam kesempatan itu, Lukman mengaku, kalau pihaknya meminta pengamanan ke Polresta dan Satpol PP selama tahapan klarifikasi berlangsung. Pihaknya tidak ingin tender gagal atau molor karena pengamanan tidak maksimal.

“Kami hanya menjalankan tugas. Acara hari ini tahapan klarifikasi. Ada tiga rekanan yang kami undang. Mereka lolos tahapan sebelumnya. Agenda sekarang, bukan pengumuman pemenang tender, tapi klarifikasi dokumen penawaran,” tandasnya.

Menurutnya, ada 73 rekanan yang mendaftar untuk mengikuti tender proyek revitalisasi Pasar Baru. Ada 13 rekanan yang memenuhi persyaratan untuk melangkah ke tahapan berikutnya atau tahapan klarifikasi dokumen penawaran. Senin itu, menurutnya, hanya 3 rekanan yang diundang, sedang sisanya keesokan harinya.

“Sisanya besok pagi sampai selesai. Soalnya pemeriksaan dokumen membutuhkan waktu agak lama. Kalau diundang semuanya hari ini, khawatir tidak selesai,” jelasnya.

Disebutkan, nilai proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Probolinggo tahun 2018 itu, sebesar Rp18 miliar dengan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) Rp 16.640.960.000. Tiga rekanan yang diundang hari itu, menawar antara Rp 16 sampai 17 miliar.

“Kalau dokumen rekanan yang diundang tidak lengkap, berarti tidak bisa ikut lelang (tender) tahapan berikutnya,” pungkas Lukman. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *