Sopir Bus di Probolinggo, Dicek Kesehatan dan Jalani Tes Urine

by
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal saat memantau pelaksanaan tes urine sopir bus di terminal Bayuangga, Rabu (6/6). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Puluhan pengemudi Bus Antar Kota Dalam Provinsi dan Antar Kota Antar Provinsi, negatif narkoba. Hal itu diketahui, saat Satlantas Polres Probolinggo Kota (Polresta) melakukan cek urine (kencing), pada Rabu (6/6/2018) sekitar pukul 09.30 WIB di terminal Bayuangga.

Selain cek urine, para sopir juga dicek kesehatannya. Pengecekan fisik pengemudi dan kru bus dimaksudkan, untuk mengetahui kondisinya. Sebab, kondisi kesehatan, salah satu pemicu terjadinya kecelakaan. Meski dalam pengecekan tekanan darah ditemukan sopir yang tensinya 180, namun petugas masih menizinkan yang bersangkutan mengantar penumpangnya alias meneruskan perjalanan.

Hanya saja, ia diminta berhati-hati dalam perjalanan. Selain pengecekan kesehatan sopir dan kru bus, Satlantas juga melakukan pengecekan fisik kendaraan. Seperti kemudi, rem, kopling dan gas. Tak hanya itu, petugas juga mengeceko kondisi roda bus dan tersedianya kotak PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Bus yang lolos pengecekan diberi stiker bertuliskan inspeksi keselamatan LLAJ di kaca depan.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal yang turut menyaksikan tes fisik sopir dan ikut langsung cek fisik bus, menegaskan, pemeriksaan kesehatan kru bus dan cek fisik kendaraan, untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan. Terlebih menjelang hari raya Idul Fitri yang volume kendaraan di jalan bertambah, terutama kendaraan pribadi dan sepeda motor.

“Yang perlu diwaspadai kan pengendara roda dua. Jangan sampai kru bus kondisi tubuhnya tidak fit,” katanya.

Terhadap sopir yang tensinya diatas rata-rata, Alfian tetap mengizinkan untuk melanjutkan perjalanan. Kepada penumpang ia meminta tidak perlu khawatir, meski tensi pengemudi 180, mengingat, mereka sudah meminum obat.

“Tes urinneya negatif semua. Hanya ada satu sopir yang tensinya 180. Tidak masalah. Mereka tetap kami izinkan mengantar penumpang. Kan sudah kami beri obat,” tambahnya.

Tentang hasil pengecekan kondisi fisik bus, Alfian mengatakan rata-rata masih layak jalan. Pihaknya belum menemukan bus yang tidak laik jalan. Jika ditemukan, maka pihaknya tidak mengizinkan bus tersebut meneruskan perjalanan. Mengingat, kondisi bus yang tidak fix, menjadi salah satu penyebab kecelakaan.

“Ya kalau tidak laik jalan, kita kandangkan. Kita larang berangkat. Harus diganti bus lain atau cadangan,” tandasnya.

AKBP Alfian mengimbau agar sopir tidak ugal-ugalan dan memacu kendaraannya tidak melebihi kecepatan 80 km/jam. Jika ada pengemudi yang memacu kendaraannya diatas 80 km/jam. Penumpang wajib melapor atau menegur sopir. Penumpang bisa melapor ke petugas terminal atau petugas lantas yang ada di terminal.

“Catat plat nomor bus-nya. Kalau perlu nama sopir nama bus dan jurusannya. Laporkan ke petugas, pasti kami tindaklanjuti,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *