Sidak Komisi 1 DPRD, Kegiatan Yayasan Tetangga Terduga Teroris, Dihentikan

by
Roni, Ketua Yayasan Khodimul Ummah (nggak pakai topi), saat bertemu dengan Komisi 1 DPRD, Disdikpora, dan Kemenag. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Komisi 1 DPRD Kota Probolinggo, melarang lembaga pendidikan yang dikelola Yayasan Khodimul Ummah melakukan aktifitas belajar mengajar. Tak hanya itu, Komisi yang diketuai Abdul Azis itu, juga tidak membolehkan menerima siswa dan pengajar baru. Ketentuan itu berlaku sampai yayasan mengantongi izin dari instansi terkait, baik Kemenag atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora)

Larangan tersebut disampaikan Abdul Azis, saat bertemu dengan Ketua dan Sekretaris Yayasan, Rabu (30/5/2018) siang sekitar pukul 11.30 WIB. Pertemuan mendadak itu, berlangsung di masjid At-Tauhid, jalan Taman Puspa Indah, Perumahan Sumbertaman (STI), Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Turut hadir diacara mendadak itu, Kepala Disdikpora Muhammad Sakur bersama staf dan Kepala kemenag setempat, Muhfi Imron Rasyidi, juga beserta Kabag dan Kasi-nya. Ikut nimbrung juga Ketua RW 5.

Hasilnya, Komisi 1 meminta Yayasan Khadimul Ummah untuk tidak mengadakan kegiatan belajatr mengajar, menerima siswa dan pengajar baru. Ketentuan tersebut berlaku, lanjut Abdul Azis, sampai yayasan mengantongi izin dari Disdikpora atau Kemenag. Kecuali, kegiatan Tahfid Al-Quran.

“Kalau mengaji Al-Qur’an, monggo diteruskan, tidak masalah. Tapi kalau pendidikan formal semacam PAUD, TK, SD atau SMP dan SMA, tidak boleh. Yayasan juga tidak boleh menerima murid dan ustad baru ya,” tandas Azis.

Kepada pengurus Yayasan, politisi dari PKB ini meminta, untuk segera mengurus perizinan lembaga pendidikannya. Jika prosedur dan persyaratannya belum tahu, Roni Riyanto, Ketua Yayasan dan Sekretarisnya, diminta berkoordinasi dengan Disdikpora dan Kemenag setempat. Kedua instansi pemerintah ini yang akan membantu yayasan.

“Jangan beralasan tidak tahu prosedurnya lagi. Monggo secepatnya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan atau Kemenag. Beliau-beliau ini yang akan membantu,” ujarnya.

Roni Riyanto, Ketua Yayasan yang diberi kesempatan berbicara mengatakan, bersedia mengurus izin lembaga pendidikan yang dikelola. Dan selama izinnya belum selesai, ia tidak akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar, menerima murid baru dan pengajar baru, sesuai apa yang dikatakan Ketua Komisi 1.

Dijelaskan, selama ini sekitar 5 tahun berlangsung, pendidikan PAUD, TK dan SD yang dikelolanya ikut kurikulum Taman Pendidikan Anak Sekolah (TAPAS) Ar-Rahmah yang berpusat di Mojokerto. “Lembaga pendidikannya milik Yayasan. Kalau kurikulumnya kami ikut Tapas,” ujar Roni.

Mengapa ikut Lembaga lain ? Roni beralasan, karena dirinya tidak begitu tahu banyak soal pendidikan. Karenanya, ia menyerahkan pengelolaan pendidikannya ke orang lain. Disebutkan, lembaga yang dikelola Yayasan-nya, PAUD, TK, SD dan Tahfid Al-Qur’an. Untuk SD yang diajarkan Bahasa Inggris dan Metematika serta ngaji Al-Qur’an.

“Pelajaran yang lain tidak kami ajarkan. Karena menurut saya, hanya Matematika dan Bahasa Indonesia yang dibutuhkan nanti di masyarakat,” pungkasnya.

Roni, yang tinggal di jalan Citarum, Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran ini menjelaskan, pihaknya tidak mengurus izin, karena Tapas Ar-Rahman di Mojokerto, telah memiliki izin. Ia percaya begitu saja kepada rekannya, pengurus Tapas Mojokerto.

“Kata teman saya yang di Mojokerto, izinnya sudah ada. Jadi kami diminta untuk tidak mengurus izin lagi. Ya, semua itu karena ketidak tahuan kami. Tapi nanti saya urus izin-izinnya,” tandasnya.

Dan lagi, untuk mendirikan pesantren, Yayasan masih belum mampu. Sebab, informasi yang ia dapat, salah satu syaratnya harus memiliki lahan sendiri. Sedang Yayasan-nya, belum atau tidak mampu membeli. Lahan atau pekarangan yang ditempati masjid At-Tauhid berikut tempat pendidikannya, waqaf dari seseorang yang kini masih belum diubah atas namanya.

“Kami akan mengurus izin, kalau syarat itu sudah kami penuhi. Kami belum mampu membiayai perubahan status tanah waqaf,” jelasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *