Seruduk Becak dan Jatuh, Pengendara Motor Tewas Terlindas Truk

by
Warga saat menutupi kepala korban tewas yang remuk akibat terlindas roda truk tronton, di jalan Soekarno Hatta, Kota Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Jalan raya Soekarno Hatta, Kota Probolinggo, Jawa Timur, memakan korban. Fahmi Yusriyansyah (27) meninggal dunia, setelah kepalanya dilindas truk tronton, Kamis (10/5) sekitar pukul 14.20 WIB. Kecelakaan tersebut terjadi persis di pintu gerbang masuk Masjid Tiban Babussalam, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota setempat.

Kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan sepeda motor dan truk boks berukuran besar serta becak itu, sempat memacetkan kendaraan. Mengingat, jasad korban tidak langsung dievakuasi karena menunggu ambulance. Sementara warga sekitar dan pengendara, berkerumun di lokasi kejadian. Agar kemacetan tidak berlangsung lama, petugas Satlantas kemudian menghentikan kendaraan terbuka (pick up) untuk mengangkut jasad korban ke RSUD dr Muhammad Saleh.

Joko Kuntoro (28), warga sekitar yang mengetahui peristiwa tersebut mengatakan, korban meninggal setelah kepalanya dilindas roda belakang sebelah kiri truk tronton. Fahmi bernasib seperti itu, setelah sepeda motor yang dikendarainya menghantam becak di depannya. Pria yang tinggal di Jalan KH Hasan Genggong Gang Hijrah, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo itu, jatuh tersungkur (posisi sujud). Ia tidak sempat bangun, karena truk bernopol W 9539 UR keburu melindasnya, lantaran terlalu dekat dengan korban.

Dijelaskan, saksi Joko yang saat itu hendak pulang usai mengaji di masjid Tiban, hendak menyeberang jalan Soekarno-Hatta. Tiba-tiba ia melihat sepeda motor menghantam bagian belakang becak yang dikayuh Jumari beserta dua penumpangnya. Pria yang bekerja di garment PT Eratex Daja ini mengaku tidak tahu persis, mengapa korban menabrak becak.

“Enggak tahu kok sepeda motor itu nabrak becak. Ya, becak, sepeda motor, dan truk, sama-sama dari barat,” ujarnya ke sejumlah wartawan.

Menurutnya, saat itu truk mendahului atau menyalib becak, sedang korban hendak mendahului becak. Namun, korban menghantam bagian belakang becak hingga roda becaknya bengkok membentuk seperti angka 8. Korban jatuh ke kanan (selatan), sehingga kepalanya dilindas roda truk. Sepeda motornya roboh di pinggir jalan, sisi utara.

“Korban hendak nyalip becak. Eh ternyata nabrak becak, kemudian jatuh. Ya, dilindas kepalanya. Karena truknya dekat dengan korban,” tambahnya yang diangguki Purwadi, yang juga mengetahui kecelakaan tersebut.

Sedang Jumari (27) pengayuh becak dan Astia (56) penumpangnya mengaku, tidak tahu mengapa becaknya diseruduk korban. Tiba-tiba, ia mendengar suara “Krapak” dan setelah menoleh ke belakang, seseorang sujud di aspal. Sedang sepeda motornya roboh di pinggir jalan sisi utara.

“Saya tidak tahu. Moro-moro ada sepeda motor nabrak becak saya. Itu roda becak saya bengkong. Kalau truk-nya di kanan saya. Ya, nyalip saya,” ujar pria yang tinggal di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, dengan logat Madura-nya.

Hal senada juga diungkap Astia yang kala itu naik becak Jumari bersama putrinya. Ia mengaku hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, setelah menjemput putrinya yang mondok di Pondok Pesantren (Ponpes) Riyadlus Solihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan.

“Saya menjemput anak saya di pondok, habis imtihanan (akhir sanah,red). Tahu-tahu becak yang saya tumpangi ditabrak dari belakang. Pengendaranya jatuh sujud. Ya dilindas, karena truknya nyalip becak yang saya naiki,” akunya singkat.

Sementara itu, nama pengemudi truk boks berukuran besar belum diketahui. Saat dimintai surat-surat kendaraannya oleh petugas Satlantas, sang pengemudi tidak membawa SIM, STNK dan KTP. Ia hanya membawa surat tilang warna merah yang langsung dibawa petugas.

Saat dihubungi, Kasatlantas AKP Alpobohan, handphone-nya tidak diangkat. Pesan yang dikirim melalui aplikasi WA-nya, juga tidak dijawab. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *