Seorang IRT di Kediri Tewas Mengenaskan, Diduga Korban Perampokan

by
Petugas saat melakukan olah TKP terhadap jenazah korban.

KEDIRI, FaktanNusantara.com – Binti Nafiah (38), warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabuapten Kediri, ditemukan meninggal dengan kondisi mengenaskan di rumahnya. Diduga, ibu rumah tangga (IRT) tersebut menjadi korban perampokan dan pembunuhan, karena ada luka di bagian kepalanya dan genangan darah.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), terdapat luka di bagian kepala korban akibat pukulan benda tumpul. Kondisi rumah juga berantakan dan dompet korban ditemukan di belakang rumah.

Kasi Humas Polsek Pare, Bripka Yani mengatakan, korban kali pertama ditemukan oleh putranya yang masih kelas 3 MI. Saat itu, dia berusaha membangunkan ibunya. Karena tak kunjung menjawab dan menemukan darah di bagian kepala korban, dia mendatangi saudaranya Nur Hawin dan Abidina.

Setelah diperiksa dan dicek oleh saksi, korban sudah tak bernyawa. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke perangakat desa dan Polsek Pare.

“Saksi yang rumahnya yang berjarak 100 meter dari rumah korban, didatangi oleh anak korban. Dia memberitahu kalau ibunya tergeletak di ruang toko yang jadi satu dengan rumahnya. Akhirnya, tetangga dan warga melaporkan ke perangkat desa, dan setelah itu dilaporkan ke petugas Polsek Pare,” kata Yani, Sabtu (9/6/2018).

Tak lama berselang, petugas pun mendatangi TKP bersama Tim Inafis untuk melakukan olah TKP. Petugas masih mendalami motif pelaku. Petugas selanjutnya membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Bhayangkara. “Hasil olah TKP, korban dipukul dari belakang, sehingga tengkuknya berdarah,” kata Yani.

Sementara itu, suami korban, Abdul Kholiq mengatakan, istrinya diketahui meninggal karena putranya terbangun lantara mendengar suara berisik. Dia lalu memeriksa sumber suara dan menemukan ada orang tak dikenal di dalam rumahnya. Saat peristiwa itu terjadi, istrinya saat itu hanya berdua dengan SI, anaknya. Sementara, kakak SI berlibur di Sidoarjo bersama ayahnya yang sedang bekerja.

“Putra saya melihat ibunya ke sebelah, ibunya dipikir masih tertidur. Trus dia melihat ke arah ruangan sebelahnya toko, ada seseorang dan mengancam dia sambil ngomong, ayo tidur saja,” kata Abdul Kholiq.

Pelaku kemudian beraksi mencari barang berharga dan apa saja yang bisa diambil. Setelah itu, pelaku kabur lewat pintu belakang.

“Kemudian putra saya membangunkan istri saya, kok diam saja. Ternyata saat dibangunkan lagi, ada darah di bagian kepalanya. Akhirnya putra saya lari ke tetangga, ke rumah pak lek (paman) nya,” kata Abdul Kholiq.

Hingga saat ini, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Jenazah korban akan diotopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri untuk mengetahui penyebab pasti tewasnya korban. (in/rif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *