Seniman Tato ini Dihadiahi Timah Panas, Polisi Amankan Paket Ganja 11,833 Kg

by
Polisi saat merilis tersangka dan 11,833 paket ganja, di Mapolres Sidoarjo. (FOTO: IRW)

SIDOARJO, FaktaNusantara.com – Rizky Pratama Putra alias Kiko, pengedar ganja yang beralamat di Jalan Manukan Rejo Blok 4F Nomor 8, Tandes, Surabaya, berjalan terpincang-pincang saat dikeler petugas di Mapolresta Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (19/4/2018).

Sebab, seniman tato berusia 27 tahun tersebut terpaksa dihadiahi timah panas di kaki kirinya oleh petugas Satreskoba Polresta Sidoarjo, lantaran berusaha kabur saat ditangkap. “Tersangka berusaha melarikan saat ditangkap. Akhirnya, petugas menembak pada kaki kirinya,” kata Kombes Pol Himawan Bayu Aji, Kapolres Sidoarjo.

Kombes Himawan mengatakan, penangkapan pengedar narkotika jenis ganja antar pulau ini merupakan pengembangan dari kasus sebelumnya kasus pengiriman ganja sebanyak 8,5 kilogram dengan tersangka Ilman Barori, warga Candi Sidoarjo yang diungkap polisi 27 Maret lalu.

“Tersangka Ilman Barori mendatangkan ganja dari Medan melalui Kantor Pos di Jalan Juanda. Selanjutnya, kita mendapat informasi, jika ada pengiriman ganja lagi. Disitulah, kita melakukan penyelidikan,” katanya.

Benar saja, pada Selasa 17 April 2018 kiriman tersebut datang. Sebanyak 14 bata ganja kering dengan total berat 11,833 kilogram itu dibungkus kardus dengan balutan lakban warna coklat. Dan di bagian atasnya ditumpuki sapu ijuk alias sapu lantai, untuk mengelabuhi petugas.

Sekitar pukul 15.00 WIB, tersangka mengambil kiriman paket dari partnernya yang ada di Medan, yang dikirim melalui pesawat Lion Air dari Bandara Kualanamu Medan ke Bandara Juanda, dan dilanjutkan ke Kantor Pos Tandes, Surabaya.

“Tersangka mendapatkan daun ganja kering ini dari Medan dan mau diedarkan ke pulau Jawa dan Bali. Tersangka ini adalah jaringan pengedar antar pulau,” tandas Himawan.

Kepada polisi, Kiko mengaku mendapat untung Rp 500 ribu untuk setiap pengiriman satu bata ganja. Dengan 14 bata yang hendak diedarkannya, berarti dia meraup sekitar Rp 7 juta.

“Tersangka bakal dijerat Pasal 114 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 2 UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman maksimal 20 tahun dan minimal 6 tahun penjara,” pungkas Kombes Himawan. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *