Sempatkan Sujud Syukur, Seorang Teroris Dilepas Kapolresta Probolinggo

by
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alifian Nurrizal, saat mengantar napi teroris keluar dari Lapas II B Probolinggo, setelah menjalani masa tahanan. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Setelah sebelumnya Polres Probolinggo Kota menangkap belasan terduga teroris, namun kini ada seorang teroris yang dilepas. Hanya saja, teroris yang dilepas pada Minggu (24/6/2018) pukul 08.00 WIB itu, bukan teroris yang diamankan pada bulan lalu, tetapi teroris bernama Arif Susanto (34) asal Palu, Sulawesi Tengah.

Pria yang biasa dipanggil Arif dilepas, karena telah menjalani putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta. Ia dilepas karena telah menjalani masa hukuman kurungan 4 tahun sesuai vonis Pengadilan. Pria yang memiliki 2 anak itu, di Lapas Kelas II B Probolinggo, tinggal dibalik jeruji hanya 2 tahun. Arif merupakan pindahan dari Lapas Mako Brimob.

Acara pelepasan dilakukan Kapolresta, AKBP Alfian Nurrizal, didampingi Kepala Lapas Yadi Suyandi. Tidak ada perlakuan istimewa saat pelepasan, begitu keluar dari sel-nya Arif menuju ruang tunggu. Setelah seluruh administrasi selesai, ia langsung berpamitan ke Kepala Lapas dan Kapolresta. Sebelum meninggalkan Lapas, Arif menyempatkan diri sujud syukur di dekat pintu keluar Lapas.

Tanpa ada komentar sepatah katapun dari pria berbadan tinggi dan berambut panjang tersebut masuk ke mobil yang siap mengantarnya ke Bandara Juanda Surabaya. Dalam perjalanan ke Surabaya, Arif didampingi anggota Intel dan Sabhara. Sebelum meninggalkan Lapas, Alfian mengatakan, mantan terpidana ke tanah asalnya naik pesawat.

“Semua kebutuhan, termasuk tiket pesawat dan uang saku, kami yang menyediakan,” aku AKBP Alfian.

Hal itu dilakukan, karena Kapolresta sudah berjanji sebelumnya, dan janji tersebut sudah diwujudkan. Alfian menjelaskan, pihaknya akan memperlakukan mantan terpidana teroris, sama dengan napi kasus lainnya. Apalagi, yang bersangkutan telah berjanji kepada Kapolresta akan kembali ke jalan yang benar.

“Ya sama lah. Kan sama-sama warga negara Indonesia. Kalau diperlakukan seperti yang lain, mereka akan kembali ke jalan yang benar,” tambahnya.

Nantinya, lanjut Alfian, tiba di Poso, Arif akan didampingi anggota Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan diantar sampai kerumah tinggalnya. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Densus 88 dan BNPT untuk penjemputan di Bandara Poso dan diantar sampai ke rumah tinggalnya. Bahkan, Kapolresta akan mengusahakan pekerjaan untuk Arif.

“Saya pernah tugas di Poso. Kami akan menghubungi teman-teman di sana. Untuk mencarikan Arif pekerjaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kalapas II B Probolinggo, Yandi Suyandi mengatakan, Arif mendekam di Lapas yang dipimpinnya sekitar 2 tahun. Ia merupakan napi pindahan dari Mako Brimob. Terkait dengan tingkah lakunya selama di Lapas, Yandi mengatakan, tidak ada masalah. Mantan terpidana teroris itu bersikap baik terhadap seluruh penghuni Lapas. Bahkan, ia mau shalat berjamaah dengan napi lainnya.

“Kalau sudah mau shalat berjamaah dengan yang lain, berarti dia mau kembali ke jalan yang benar,” ujarnya.

Selama di Lapas, Arif berkelakuan baik dan ruangannya disatukan dengan terpidana lain. Ruangannya tidak dipisah, karena selain Lapas tidak memiliki ruangan khusus teroris, Arif ramah terhadap yang lain, sehingga diterima kumpul bersama napi yang lain. Ia mau berbaur dan tidak memberi pengaruh negatif.

“Insya Allah, Arif sudah berubah. Kami berharap masyarakat sana akan menerima Arif,” pungkas Bapak yang belum begitu lama dinas di Kota Probolinggo tersebut. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *