Sempat Dihentikan, Proyek Galian Gas Bumi di Kota Probolinggo, Dilanjutkan

by
Pekerjaan proyek galian gas bumi di Jalan Hayam Wuruk Kota Probolinggo, dilanjutkan lagi. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Setelah sempat ditutup, Senin (21/5/2018) kemarin, proyek galian pipa gas bumi di Jalan Hayam Wuruk Kota Probolinggo, dilanjutkan lagi. Proyek yang dikerjakan PT Dharma Sumber Pundi Artha itu, sempat dihentikan Satpol PP, lantaran diduga belum mengantongi izin.

Penghentian proyek Kementrian ESDM (Ekonomi Sumber Daya Mineral) tersebut dibenarkan Kepala Dinas Satpol PP, Sudiman, Selasa (22/5/2018) siang. Hal itu dilakukan, karena proyek galian jaringan gas rumah tangga itu, diduga tak berizin. Menurutnya, seluruh proyek harus mengantongi izin, termasuk proyek pemerintah pusat.

Saat ditanya, mengapa proyek galian gas bumi itu dikerjakan lagi, Sumadi meminta sejumlah wartawan untuk bertanya langsung ke Bagian Perekonomian. Sebab, persoalan tersebut sudah diselesaikan. Hanya saja, Sudiman tidak menjelaskan hasilnya.

“Sampean tanya langsung ke leading sektornya. Ya, Bagian Perekonomian. Walaupun proyek pemerintah pusat, harus izin. Ada tahapannya. Mereka tidak melaksanakan tahapan. Ya kami hentikan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Chairul Anam melalui Kasubag Bina Potensi dan Sumberdaya Daerah, Dewi Arliana Puspitasari membenarkan kalau proyek yang dimaksud sempat dihentikan Satpol PP dengan alasan tak berizin. Namun, proyek itu dilanjutkan kembali, setelah diketahui izinnya lengkap. “Izin-izinnya sudah lengkap. Ini izin prinsipnya,” ujarnya.

Dewi berterus terang, copy atau tembusan surat izin yang ditandatangani Walikota terlambat datang ke SKPD terkait. Hingga proyek dikerjakan, tak satupun dinas terkait menerima surat izinnya. Karenanya, Satpol PP menghentikan proyek dari Kementrian ESDM tersebut.

“Barusan sudah kami sampaikan surat izinnya ke sejumlah Satker. Jadi, sudah tidak ada masalah,” tambahnya.

Surat izin disampaikan saat pihaknya menggelar Rapat Koordinasi dengan Dinas Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas PU Bina Marga, Dishub bersama konsultan proyek PT Pratiwi Putri Sulung dan pelaksana proyek PT Dharma Sumber Phundi Artha.

“Kita barusan usai rapat koordinasi di kantor kami. Membahas permasalahan tersebut. Sudah tidak ada masalah, semuanya clear,” ujar Dewi, di ruangannya.

Ia kemudian menjelaskan proyek yang sempat dipermasalahkan tersebut. Menurutnya, proyek galian gas bumi merupakan proyek pemerintah pusat sebagai pengganti gas elpiji subsidi. Program gas bumi itu untuk warga miskin dan tanpa dipungut biaya alias gratis. Kota Probolinggo mendapat jatah 5.025 yang tersebar di 4 kelurahan di Kecamatan Mayangan, yakni kelurahan Mayangan, Jati, Wiroborang dan Mangunharjo, “Hanya Kelurahan Sukabumi yang tidak dapat,” tandasnya.

Nantinya, pipa gas akan disalurkan ke rumah-rumah penerima bantuan. Dengan demikian, warga bisa langsung menghidupkan atau menyalakan gas bumi di rumahnya, tanpa harus membeli gas elpiji. Warga tidak perlu mengeluarkan biaya, karena seluruh pekerjaan pipa di rumahnya dibiayai oleh pemerintah.

“Nggak ada biaya sama sekali. Seluruh pekerjaan pipanisasi di rumah warga, gratis. Pipanya sampai ke kompor. Jadi warga tinggal nyetet untuk menyalakan atau memasak,” ujarnya.

Dijelaskan, sistem program jaringan gas untuk rumah tangga itu, seperti PDAM. Warga tinggal memakai dan meter yang akan mencatat pemakaiannya setiap bulan. Pemakaian gas setiap bulan itulah yang harus dibayar oleh warga. Hanya saja, Dewi mengaku, tidak mengetahui tarif per meternya.

“Kami belum tahu tarifnya. Jadi tidak bisa menjelaskan. Untuk tahun ini yang dapat hanya Kecamatan Mayangan. Mungkin tahun berikutnya kecamatan yang lain,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *