Sembari Mengancam, Pria di Mojokerto Tega Cabuli Anak Tirinya hingga Hamil

by
Kapolres Mojokerto, saat menunjukkan barang bukti sebilah pisau dapur yang digunakan tersangka mengancam anak tirinya, jika menolak melayani nafsu bejatnya.

MOJOKERTO, FaktaNusantara.com – Entah apa yang ada di pikiran Misran (58) warga Desa Bening, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, hingga ia tega mencabuli Mawar (bukan nama sebenarnya), yang tak lain anak tirinya. Bahkan, Mawar diketahui telah berbadan dua.

Akibat perbuatannya, tersangka diamankan anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto, guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Mojokerto, AKBP Leonardus Simarmata mengatakan, aksi pencabulan terhadap anak tirinya yang masih pelajar tingkat SMA tersebut, terjadi pada 28 Januari 2018. Korban tak mampu menolak, lantaran diancam jika menolak keinginan tersangka.

“Benar, disertai pengancaman. Yang dicabuli adalah anak tirinya, saat ibunya jualan madu di Padusan. Setelah selesai mengantar ibunya, korban tidur,” kata Kapolres, Rabu (28/3/2018).

Korban yang tidur, kemudian terbangun setelah tersangka pulang. Usai mandi, tersangka mengajak korban berhubungan badan layaknya suami istri. Aksi tak senonoh tersangka, sempat ditolak korban. Namun apa daya, korban diancam dengan senjata tajam (sajam) jenis pisau dapur, jika koban menolak melayani nafsu bejat tersangka.

Tak hanya sekali, anak tirinya menjadi pelampiasan nafsu tersangka, terjadi beberapa kali. Dan saat ini, Mawar hamil. “Pencabulan tersebut dilakukan beberapa kali hingga korban saat ini hamil,” ujarnya.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu potong celana pendek jeans warna biru, satu potong kaos lengan pendek warna orange, satu potong BH warna ungu, satu potong celana dalam warna pink kombinasi putih, dan sebilah pisau dapur.

“Pelaku dijerat pasal sama dengan kasus pencabulan santriwati. Namun karena ada hubungan keluarga dengan korban, sehingga ancaman lebih besar,” katanya.

Disebutnya, tersangka dijerat Pasal 76D UU RI Nomor 35 tahun 2014 Jo Pasal 81 ayat (1), (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 dan Pasal 76E UU RI Nomor 35 tahun 2014 Jo pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2014. Hukuman penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dengan denda Rp 5 Miliar.

Sementara tersangka, Misran (58) mengaku mengancam dengan pisau dapur satu kali setelah beberapa kali melakukan. “Setiap melakukan di rumah, saat istri jualan. Saya tidak maksa, tapi saya hanya mengancam untuk melakukannya,” tuturnya. (bj/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *