Seluruh Paslon di Kota Probolinggo Tolak Tanda Tangan Serah Terima APK

by
Pemasangan APK ini diminta diperbaiki, karena terlalu rendah sehingga menghalangi rumah dinas Kepala Perhutani di jalan Soekarno-Hatta, Kota Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Seluruh pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Probolinggo, menolak menandatangani serah terima APK (Alat Peraga Kampanye). Sebab, mereka menilai APK masih dipasang asal-asalan. Karena KPU melalui rekanannya, masih diminta memperbaiki APK yang dipasang tidak sesuai kesepakatan.

Penolakan tersebut disampaikan empat paslon, saat diminta untuk menendatangani surat penyerahan APK dari KPU ke Paslon. Acara penyerahan berlangsung di ruang rumah pintar Prabu Linggi, kantor KPU, Senin (26/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Selain empat paslon, turut pula hadir Panwaslu dan rekanan KPU.

Dalam acara tersebut, keempat paslon mau menandatangani surat penyerahan, asal KPU telah selesai memperbaiki APK yang dipasang asal-asalan dan sobek. Dan disepakati, perbaikan akan diselesaikan secepatnya, dan rekanan berjanji, Jumat depan perbaikan selesai. Dengan demikian, mereka akan bertemu lagi untuk menandatangani surat penyerahan APK.

Rata-rata, tim kampanye paslon yang hadir di acara tersebut menyoal pemasangan APK yang asal-asalan, dipasang di pagar makam umum, di pagar warga dan rumah dinas pegawai serta dipasang di perkantoran dan gedung milik Pemkot, serta di sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Kondisi pemasangan APK yang demikian, disayangkan oleh seluruh paslon, termasuk Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu).

Seperti yang diungkap Dwi, salah satu tim kampanye Paslon Suwito dan Fery Rahyuwono. Ia menyebut, kalau seluruh spanduk Paslon yang dipasang di jalan Brantas, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan, tepatnya selatan Riva Garment, disobek. Ia tidak mempemasalahkan siapa yang merobek. Namun, warga menyobek spanduk tersebut, karena dipasang terlalu pendek. Padahal, telah disepakati paling rendah 2 meter diatas permukaan tanah.

Tak hanya di jalan Brantas, ada sejumlah spanduk yang dipasang rendah, sehingga memudahkan tangan-tangan jahil untuk merusak spanduk tersebut. Karenanya, Dwi meminta pemasangannya ditinggikan dan spanduk yang terlanjur sobek, diganti.

“Rata-rata spanduk. Kalau APK jenis Baliho dan umbul-umbul tidak masalah. Hanya penempatannya saja yang kurang pas. Kami minta dibenahi. Kalau sudah dibenahi dan sesuai kesepakatan, kami akan tanda tangan serah terimanya,” pungkasnya.

Sedang Dody Juniardi, Sekretaris pemenangan Paslon Hadi Zainal Abidin dan HM Subri menyoal pemasangan APK Paslon di lembaga pendidikan, kantor dan gedung Pemkot serta di pagar makam dan pagar rumah warga. Ia mempertanyakan, apakah KPU belum menyampaikan aturan pemasangan ke vendor (rekanan) KPU. Sehingga vendor memasang APK asal-asalan.

“Masa’ ada APK yang dipasang di halaman rumah seorang anggota TNI. Akhirnya saya pindah. Soalnya yang APK Habib Hadi yang dipasang di depan rumah TNI,” tandasnya.

Dody meminta, APK yang dipasang di pagar makam, terutama perkantoran dan rumah warga untuk dipindah. Karena selain menutupi rumah warga, rekanan dipastikan memasang tanpa zin pemilik rumah. Dijelaskan, rekanan tidak hanya memindah spanduk, tetapi meninggikan posisinya. Jangan lagi ada spanduk yang dipasang rendah.

“Makanya kami sarankan untuk pakai bambu. Kalau hanya dipindah tempat, terus dipasang di pohon, saya yakin tetap rendah. Kalau APK dipasang asal-asalan seperti itu, kami yang jelek ke warga. Karena warga mengira, kami yang memasang. Padahal KPU,” puungkasnya.

Sementara itu, perwakilan rekanan KPU atau vendor meminta penandatanganan serah terima yang kedua dilakukan pada Jumat mendatang. Karena ia yakin perbaikan APK selesai sebelum hari Jumat. Soal izin, ia berterus terang memasang APK, baik jenis sepanduk, baliho dan umbul-umbul pada malam hari.

“Seluruh APK kami pasang malam hari. Perbaikan selesai sebelum Jumat. Kami akan perbaiki APK sesuai masukan dari KPU dan Paslon serta Panwaslu,” tandasnya.

Sedang Ketua KPU Ahmad Hudri berharap, masukan dan saran dari Paslon diperhatikan dan dilaksanakan. Jika pemasangan spanduk dalam satu jalur tidak ada tempat, maka pihak rekanan dianjurkan memindah, asal di lokasi atau areal yang sama, tidak terlalu jauh.

“Yang dipasang di pagar kuburan dan rumah warga serta lembaga pendidikan dan perkantoran, dipindah. Kalau spanduknya terlalu panjang hanya tempatnya bisa dipasangi 2 spanduk, tidak masalah dipasang di seberang jalannya. Ukuran spanduk memang panjang yakni 7×1 meter. Kalau empat spanduk kan panjangnya 7×4 menjadi 28 meter. Cukup panjang,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *