Selama Ramadlan, 14 Tersangka Sabu-sabu Diamankan Polresta Probolinggo

by
Kapolresta Probolinggo, AKBP Alfian Nurrizal, saat merilis 14 tersangka beserta barang bukti di Mako Polresta setempat. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Satresnarkoba Polres Probolinggo Kota, berhasil mengamankan belasan tersangka yang terdiri dari perantara dan pemakai sabu. Dari 14 yang ditangkap, petugas mengamankan barang bukti 13,43 gram Sabu-sabu (SS) dan tiga buah handphone.

Mereka diantaranya, Aries Mujiyanton (32) Eko Purwanto, (26) Jalan Cokroaminoto dan Sugen Riyanto (51). Ketiganya, warga Jalan Cokroaminoto, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Mereka ditangkap pada Selasa (29/5) pukul 01.00 WIB, di Jalan Prof Hamka, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan.

Zaenal Abidin (41) warga Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Aries Lesmaana (27) warga Keluyrahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Santoso Abdul Muis (49). Jalan Melon, Kelurahan Kedopok, Kecamatanh Kedopok, Sugiarto (39) Jalan Mastrip Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Muhammad Fajar Kurniawan (33) Jalan Pahlawan, Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Berikutnya, Kasim (32) warga Kelurahan Kebonrejo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Mereka ditangkap pada Senin pukul 14.30, di jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Wonoasih.

Sementara kelompok lain, Farras Effendi (41) warga jalan Ikan Tongkol, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan. Ia ditangkap di Jalan Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Selasa (1/5) pukul 23.00 WIB.

Kelompok terakhir yang ditangkap adalah Hadi Purwanto (35) warga Jalan Profesor Hamka, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Kademangan dan Humaini (39) tinggal dialamat yang sama. Keduanya ditangkap, Selasa (29/5) sekitar pukul 01.00 di rumah Hadi Purwanto.

“Ke 14 tersangka ini ditangkap di waktu dan tempat berbeda. Mereka ada yang sebagai perantara dan ada sebahgian sebagai pemakai. Kami jerat undang-undang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun,” terang Kapolresta, AKBP Alfian Nurrizal.

Dihadapan Kapolresta, tersangka menjadi perantara untuk memenuhi kehidupan ekonominya. Mereka ada yang bekerja sebagai penjual es, petani, sopir dan wiraswasta. Untuk tersangka yang berprofesi sopir mengaku hanya sebagai pengguna. Alasannya, untuk stamina tubuh saat menyopir. “Alasannya rata-rata seperti itu. Itu hanya alasan yang dibuat-buat,” tambah AKBP Alfian.

Ditambahkan, ke 14 tersangka itu merupakan hasil operasi selama bulan puasa hingga menjelang lebaran. Penangkapan terus akan dilakukan hingga nanti tiba lebaran. Diharapkan penangkapan besar-besaran di bulan puasa dan lebaran itu, bisa mengurangi jumlah dan mempersempit ruang gerak peengedar, perantara dan pemakai narkoba khususnya SS.

“Untuk menekan operasional mereka. Ya menghormati bulan suci ramadlan,” pungkas Kapolresta. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *