Selain Amankan 7 Lelaki dan 3 Purel, Ini yang Ditemukan Petugas di Bilik Asmara

by
Kapolsek Krian menemukan dua tas berukuran sedang yang berisi air di botol mineral. Diduga kuat untuk cebok para PSK usai melayani pria hidung belang, saat menyisir bilik asmara di depan stasiun Kereta Api Krian, Sidoarjo, Sabtu (3/5/2018) malam. (FOTO: IRW)

SIDOARJO, FaktaNusantara.com – Meski bulan puasa, petugas gabungan masih mendapati sejumlah laki-laki dan perempuan sedang asyik bermesraan di tempat hiburan. Tak ayal, sebanyak 7 laki-laki dan 3 wanita, diamankan petugas gabungan, saat menggelar razia di Café 55, di kawasan Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/5/2018) sektiar pukul 21.30 WIB.

Mereka adalah pengunjung dan pemandu lagu (Purel) di café tersebut. Tak hanya itu, petugas juga menyita 2 krat bir hitam, 2 krat bir bintang, 1 botol minuman keras (Miras) merk Paloma, 2 botol air mineral ukuran besar yang berisi Miras oplosan.

Kapolsek Krian, Kompol Saibani mengatakan, operasi cipta kondisi di hari ke-17 bulan Ramadlan ini dilakukan, untuk mengantisipasi penyakit masyarakat (Pekat) yang terjadi. Razia ini melibatkan personil gabungan Polsek Krian, Satpol PP Kecamatan, dan Koramil.

Dalam razia ini, petugas menyasar tiga obyek vital, yakni Perumahan Jasmine, Kampung Baru Kanigoro, dan Stasiun KA Krian. “Targetnya, remaja yang pacaran di tempat-tempat sepi, warung remang-remang yang jual Miras, dan tempat yang diduga digunakan praktik prostitusi,” ungkap Kompol Saibani.

Di lokasi pertama, petugas merazia perumahan Jasmine yang berada di Desa Junwangi, Kecamatan Krian. Sayangnya, petugas tidak mendapatkan apa-apa alias nihil. Hanya saja, petugas mendapat laporan dari beberapa warga, jika lokasi tersebut sering digunakan pacaran oleh pasangan muda-mudi. Sebab, PJU di akses masuk perumahan tersebut padam dan tak kunjung dibenahi oleh pihak pengembang.

Selanjutnya, petugas merazia lokasi kedua. Petugas menyasar Café 55 dan mengamakan 10 orang. Diatanranya 7 laki-laki dan 3 perempuan pemandu lagu yang sedang asyik bermesraan di dalam café.

Terakhir, petugas merazia kawasan Stasiun Kereta Api Krian. Meski kerap mendapatkan laporan jika lokasi ini kerap menjadi ajang mabuk-mabukan dan tempat prostitusi, namun petugas tidak mendapatkan apa-apa. Belum diketahui secara pasti, mengapa lokasi tersebut tiba-tiba sepi. Petugas hanya menjumpai orang laki-laki sedang bergerombol di beberapa titik, dan tidak tampak satu pun wanita malam yang diduga menjajakan diri.

“Mungkin bocor, atau mungkin juga libur di bulan Ramadlan ini,” kata Kompol Saibani, yang memimpin razia.

Tak puas dengan hasil yang nihil, petugas pun menyisir sekitaran lokasi. Hasilnya, petugas menemukan beberapa bilik asmara yang terletak di tengah semak-semak rumput ilalang. Disitu, petugas juga 2 tas berukuran sedang yang berisi beberapa botol air mineral. Diduga kuat air tersebut digunakan cebok para PSK, usai melayani si hidung belang.

“Para PSK itu begituannya (melayani pria hidung belang, red), ya di semak-semak ini. Kok yo iso ngelakoni koyok ngene (Kok ya bisa berbuat begitu disini). Kok nggak takut digigit binatang berbisa,” kata Kapolsek Krian kesal.

Selanjutnya, sepuluh orang yang terjaring razia tersebut dibawa petugas untuk menjalani pemeriksaan. “Yang ikut minum Miras, kita kenakan dengan Tindak Pidana Ringan (Tipiring). Untuk yang tidak ikut minum kita pulangkan. Sedangkan tiga perempuan, kita tahan dulu sampai bos café mau datang ke Polsek, untuk ikut menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” tutup Saibani di ruangan Reskrim Polsek Krian. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *