Sejumlah Wilayah di Kertosono Nganjuk Ditebar Beras Zakat, Begini Respon Warga

by
Beras yang dibungkus kantong plastik berstiker zakat harta dan shodaqoh, serta kaos bergambar Paslon Nganjuk nomor urut 1, yang diterima warga Dusun Kentong, Desa Kedungsuko Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, jelang lebaran. (FOTO: SIS)

NGANJUK, FaktaNusantara.com – Adanya pembagian beras zakat yang ada label “Dari H Kayat”, di wilayah Kecamatan Kertosno, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, jelang Idul Fitri 2018 kemarin, ditanggapi dingin sebagian masyarakat.

Kanif, seorang warga Desa Pelem, Kecamatan Kertosono, Nganjuk, mengaku mengetahui, jika lingkungan pemukiman darurat, menjadi salah satu sasaran pembagian beras, beberapa hari sebelum lebaran. Beras yang dikemas tas plastik tersebut berisi sekitar 2,5 kilogram. Di bungkus plastiknya, ada tulisan “Beras Zakat dari H Kayat”.

“Sekitar 120 paket beras dari H Kayat yang dibagi. Saya tahu, karena saya berpapasan dengan kelompok mereka. Saat itu, saya sedang membagi beras zakat yang dikumpulkan Takmir Masjid di Desa Pelem,” ujarnya.

Tentu saja, lanjut Kanif, warga penerima beras merasa senang. Sebab, mereka mendapatkan dua paket beras, yakni dari Takmir Masjid dan H Kayat.

Dirinya juga mengaku, jika pembagian beras zakat dari H Kayat, merupakan pertama kali. Ia mengaku tak ambil pusing, apakah beras zakat dari H Kayat itu ada hubungannya dengan Pilkada atau tidak. Mengingat, H Kayat merupakan salah satu konglomerat di Kota Angin, yang juga bapak dari Novi Rahman Hidayat, yang kini maju dalam kontestasi Pilkada sebagai Calon Bupati Nganjuk. Dan momen pembagiannya cukup pas, yakni jelang Idul Fitri dan pencoblosan.

“Ya baru tahun ini ada pembagian beras zakat dari H Kayat. Sebelumnya, nggak ada. Kalau soal ada niat untuk mencari simpati masyarakat agar memilih anaknya pada pencoblosan 27 Juni nanti, kita nggak ambil pusing,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini, warga cukup cerdas untuk memilih calon pemimpinnya. Bahkan, dirinya sempat beberapa kali menanyai penerima beras zakat dari H Kayat. “Jawabannya hampir sama. Diberi apapun, ya diterima dengan senang hati. Saat dibagi, tidak ada titipan kata-kata harus memilih ini atau itu. Masyarakat sudah cerdas untuk memilih pemimpinnya,” kata Kanif.

Sementara di lokasi lain, yakni di Desa Kutorejo, Kecamatan Kertosono, juga ada pembagian paket beras zakat. Ini seperti diungkapkan salah satu tokoh masyarakat setempat yang enggan disebut namanya ini. Sebanyak 30 paket beras zakat diangkut becak, dengan diantar seorang wanita. Kemudian diserahkam ke Ketua Lingkungan setempat untuk dibagikan kepada warga Jalan Bengkoan.

Selain beras zakat, juga diberikan 5 kaos bergambar Paslon Bupati-Wabup nomor urut 1. “Agar tidak menjadi pembicaraan warga, kaos paslon tersebut langsung diamankan, dan tidak diberikan ke warga. Ya, warga di sini sudah cerdas. Pilihannya tidak bisa digoyah hanya dengan menerima beras zakat. Warga akan memilih berdasarkan hati nurani,” tukas tokoh tersebut.

Sementara itu, adanya pembagian beras zakat disertai kaos bergambar Paslon Nganjuk nomor urut 1, yang kemudian dilaporkan salah satu warga di Kecamatan Sukomoro, Nganjuk ke Panwascam setempat, hingga saat ini belum ada kejelasan perkembangan laporan tersebut.

Sementara Marhaen Jumadi, Cawabup yang berpasangan dengan Novi, saat dikonfirmasi melalui aplikasi Whatsapp-nya, terkait adanya laporan warga ke Panwascam Sukomoro, menyanggah hal tersebut. “Kejadian itu rekayasa lama,” jawabnya singkat. (sis/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *