Satu Keluarga, Pelaku Teror Bom 3 Gereja di Surabaya

by
Proses identifikasi petugas, pasca ledakan bom di 3 gereja di Surabaya.

SURABAYA, FaktaNusantara.com – Identifikasi pelaku teror bom bunuh diri yang memakan korban jiwa di tiga gereja di Surabaya, diketahui satu keluarga. Terdiri dari bapak, istri, dan empat anaknya. Keluarga ini beralamat di Jalan Wisma Indah Blok K 22, Wonorejo, Surabaya, Jawa Timur.

Satu keluarga tersebut yakni pasangan Suami istri (Pasutri) Dita Uprianto dan Puji Kuswati. Sementara keempat anaknya terdiri dari Fadila Sari (12), Famela Rizkita (9), Yusuf Fadhil (18), dan Firman Halim (16).

Dita Uprianto melakukan pengeboman di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya. Puji Kuswati bersama kedua anaknya yang masih kecil yakni Famela dan Fadila mengebom di Gereja Kristen Indonesia Diponegoro (GKI Diponegoro). Sementara dua anak lainnya, yakni Yusuf dan Firman melakukan pengeboman di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel.

Kunjung (45) tetangga Dita Uprianto di Wisma Indah mengatakan, keluarga Dita sehari-hari setengah tertutup. Untuk urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi, mereka tidak pernah menceritakan. Tapi, jika bertemu tetangga, mereka kerap menyapa. Sehari-harinya, Kunjung hanya melihat bahwa perempuan di keluarga itu memang biasa bercadar.

“Jika keluar rumah atau bebergian, mereka biasanya bercadar. Tapi jika bertemu, mereka menyapa. Mereka sudah lama juga di sini. Sekitar 3 tahun. Setahu saya, itu rumah milik sendiri, bukan warga kontrak,” jelas Kunjung, Minggu (13/5/2018).

Ditambahkannya, tadi pagi, keluarga ini terlihat melakukan shalat subuh di musalla perumahan. “Kita juga tidak menyangka, siangnya ternyata mendapat kabar kalau keluarga itu pelaku bom gereja,” tuturnya.

Sehari sebelumnya, lanjut Kunjung, keluarga Dita menerima beberapa tamu yang bercadar. “Sekitar jam 1 malam datangnya. Rata-rata bercadar. Kita tidak tahu apa yang dilakukan di rumah itu,” katanya.

Namun pada Minggu malam, Kunjung beserta warga perumahan lain kaget karena banyak polisi yang datang. Mereka menggeledah rumah Dita Uprianto. Sekeliling rumah juga diberi police line. (bej/rif)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *