Sapi Seharga Rp 17 Juta Digasak Maling, Kakek Ini Hanya Pasrah

by
Essan (61), saat menunjukkan kandang sapinya yang hilang dibawa kabur kawanan pencuri, Senin (23/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Seekor sapi milik Essan (61), hilang dibawa kabur kawanan pencuri, Senin (23/4/2018) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, bapak yang tinggal di Blok Pohgosong, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, merugi sampai Rp 17 juta.

Essan tidak seperti warga lain yang juga sama-sama kehilangan sapi. Jika warga lain masih berupaya mencari sapinya yang hilang, tidak demikian dengan Esan. Ia menyerahkan sepenuhnya pada Tuhan Yang Maha Esa, dan tidak berupaya melapor ke polisi. Ia pasrah sapi yang dibelinya Rp 12 juta 8 bulan yang lalu, diambil pencuri.

Alasannya, sederhana. Jika memang sapi tersebut miliknya, maka akan ditemukan. Jika kebalikannya, atau tidak kembali, maka Essan berkesimpulan sapi berkulit hitam tersebut, bukan miliknya.

“Waduh percuma dicari. Mending pasrah saja. Kalau memang punya saya, pasti ketemu. Kalau tidak, berarti sapi itu bukan milik saya,” tandasnya, Senin (23/4) pagi.

Menurutnya, maling mencuri sepinya diatas pukul 02.00 WIB. Sebab, pada pukul 01.00 WIB dirinya memberi pakan dan pakannya belum habis alias masih tersisa banyak. Essan bersama istrinya mengaku tidak mendengar apa-apa saat kawanan pencuri melancarkan aksinya. Ia mengetahui seekor sapinya sudah tidak berada di kandang sekitar pukul 03.00 WIB, saat mereka bangun.

Essan curiga ada yang tidak beres di dapurnya, lantaran saat hendak dibuka pintu yang menghubungkan rumah dengan dapur terkunci alias tidak dibuka. Padahal, kuncinya atau gemboknya sudah dibuka. Ternyata, oleh pelaku, pintu tersebut dipalang dari luar, sehingga tidak bisa dibuka dari dalam rumah. “Dipalang dari dapur. Kami terpaksa lewat pintu rumah depan, terus ke dapur atau kendang,” tambahnya.

Kecurigaan tambah yakin, saat ia melihat gedek di sebelah timur dapur, agak terbuka. Setelah dilihat, ternyata kawanan pencuri masuk ke dapur yang ngumpul dengan kandangnya, masuk melalui gedeg yang telah dibuka. Sementara pelaku mengeluarkan sapinya, lewat pintu dapur yang ditutup kembali oleh pelaku.

“Keluarnya lewat pintu dapur. Lalu pintunya ditutup lagi. Jadi dari luar, tidak kelihatan. Seolah tidak ada yang dirusak,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait aksi tindak kriminal yang terjadi di wilayahnya, Kasat Reskrim, AKP Pujiono, menaggapi datar-datar saja. “Polri akan terus upaya maksimal untuk ungkap kasus yang terjadi. Masyarakat dihimbau untuk tingkatkan kewaspdaan terhadap harta miliknya. Kejahatan dimanapun dan kepada siapapun bisa terjadi karena situasi yang menguntungkan pelaku untuk berbuat kejahatan. Polri akan terus berupaya maksimal untuk mengungkap kasus yang terjadi di wilayah kami,” katanya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *