Sapi Milik 3 Warga Digasak Maling, Satu Diantaranya Ditemukan di Sungai

by
Sapi milik warga Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditemukan di sungai Paser, dengan kondisi pincang, Minggu (15/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Seekor sapi milik Bahar yang hilang pada Minggu (15/4/2018) sekitar pukul 02.00 WIB, akhirnya ketemu. Sapi warna hitam milik pria yang tinggal di Desa Muneng Leres, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ditemukan di sungai Paser, Desa setempat. Hanya saja, Sapi yang awalnya normal tersebut, berubah menjadi pincang karena jatuh ke sungai.

Petugas Polsek Sumberasih membenarkan, kalau Bahar kehilangan sapi dan sudah ditemukan. Menurutnya, sapi tersebut ditemukan warga, pada Minggu (15/4) sekitar pukul 05.30 WIB di dalam sungai. Oleh warga, sapi jenis kelamin laki laki itu, kemudian diangkat ke atas sungai dan dinaikkan kendaraan bak terbuka ke rumah pemiliknya. Sapi yang dimaksud masih hidup, namun kakinya patah, sehingga tak mampu berdiri.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Muneng Leres, Jusid mengakui, kalau Minggu dini hari, Sabar, salah satu warganya kehilangan seekor sapi. Namun, tak lama kemudian warga yang mencari, menemukan sapi seharga Rp 18 Juta itu di sungai. Diduga, sapi terperosok dan jatuh ke sungai saat dibawa (dituntun) pelaku.

“Yang menemukan warga yang mencari sapi. Kan lewat di jembatan bekas rel lori. Mungkin terperosok, lalu jatuh,” tandasnya.

Tak hanya warga Desa Muneng yang kehilangan sapi, dua warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, juga kehilangan. Korbannya adalah Sarip (55) warga RT 5 RW 3 dan Bu Siyit (57) RT 1 RW 5. Masing-masing mereka, kehilangan seekor sapi di hari dan waktu yang berbeda.

Sapi milik Sarip dibawa kabur maling, Sabtu (14/4) dinihari. Sedang sapi Bu Siyit, digondol maling pada Minggu (15/4) malam, bersamaan harinya dengan sapi milik Sabar warga Desa Muneng.

Sarip menceritakan, sapinya yang hilang jika dijual laku sekitar Rp 15 Juta. Ia membeli sapi warna coklat tersebut 2 tahun yang lalu dari tetangganya. Pria beranak dua ini, tidak tahu kalau ada pencuri masuk ke kandangnya dengan menjebol pagar bambu belakang pekarangan. Kemudian pelaku masuk ke kandang sapi yang terletak di belakang rumahnya.

“Saya hanya memelihara satu ekor sapi. Ya sudah enggak punya sapi lagi. Ini tinggal kambingnya yang enggak dicuri,” katanya sambil menunjuk kambingnya.

Sekitar 200 meter dari tempat tinggal Sarip, satu warga Kelurahan Sumber Wetan juga kehilangan seekor sapi, yakni Bu Siyit. Janda tua ini kehilangan sapi milik Ketua RW 5 Agus pada Minggu (15/4) dini hari. Pelaku lewat pekarangan belakang dan masuk kandang yang menyatu dengan dapur, membedah atau mendongkel dinding gedeg.

“Pelaku keluar lewat pintu dapur. Kalau masuknya nyongkel gedeg. Bukan sapi saya. Saya ingon dari ponakan saya, Agus. Kalau dijual laku sekitar Rp 17 juta,” tandasnya.

Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonoasih, Ipda Mugi mengaku, tidak tahu kalau dua warga yang bertempat tinggal di wilayahnya kehilangan sapi. Sebab, korban tidak melapor ke Polsek. Ia berharap, warga yang kehilangan sapi untuk tidak takut melapor ke Polsek. Sebab, jika tidak melapor, maka tidak bisa ditindaklanjuti dan Polsek tidak mengetahui.

“Warga jangan takut melapor. Lapor saja, mungkin suatu saat sapinya ketemu,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *