Sampah Medis RSUD Kertosono Nganjuk, Dibuang Jadi Satu dengan Sampah Umum ?

by
RSUD Kertosono, Nganjuk.

NGANJUK, FaktaNusantara.com – Rupanya, sampah medis RSUD Kertosono, Kabupaten Nganjuk, diduga dibuang sembarangan, bercampur dengan sampah umum yang ada di rumah sakit plat merah tersebut. Padahal, sampah medis alat kesehatan, tergolong limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

Ini diketahui oleh Syafaat (52), petugas pemungut sampah RSUD Kertosono, saat mengangkut tumpukan sampah yang sudah berada di dalam tas plastik besar di RSUD tersebut, dan setiap hari ia angkut dengan gerobak pribadinya ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Namun, sebelum dibuang ke TPA, oleh Syafaat, sampah yang sudah di dalam tas plastik besar itu, dibawa ke rumahnya yang berada di lorong sempit tinggal di Desa Pucuk, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk. “Tujuannya, sampah itu saya urai lagi, siapa tahu ada sampah yang masih bisa dimanfaatkan,” ungkapnya.

Saat mengurai, ia mengaku kerap meringis kesakitan. Sebab, tangan dan kakinya kerap tertusuk jarum suntik, yang tercampur di tas plastik besar yang setiap hari ia angkut. Rupanya, sampah medis alat kesehatan, dibuang jadi satu dengan sampah umum.

“Padahal sampah yang saya angkut itu sampah umum. Namun, tangan dan kaki saya sering tertusuk jarum suntik. Sudah ratusan kali tertusuk,” ungkapnya.

Meski begitu, dirinya mengaku tidak mengetahui mengapa sampah umum dan sampah medis di RSUD tidak terbuang secara terpisah. Pasalnya, ia hanya mengangkut sampah yang sudah terbungkus tas plastik besar, dan terkategori umum.

“Saya juga heran, kenapa kok tercampur sampah medis. Nanti saja, akan saya ceritakan lain waktu saja,” ungkap Syafaat seraya dianggugi Srianik, istrinya.

Sementara itu, pemerhati sosial kemasyarakatan Nganjuk, Aris Mujiono mengaku baru mengetahui, adanya sampah medis yang dibuang tidak terpisah dengan sampah umum di RSUD Kertosono. Meski begitu, ia menilai, hal tersebut harus menjadi perhatian serius dari pihak terkait. Karena limbah medis tergolong limbah B3 yang harus tidak dibuang sembarangan.

“Terkait amdal sampah medis, semua pihak jangan memandang ringan kasus ini. Syafaat sudah ratusan kali tertusuk jarum medis. Indikasinya sengaja atau tidak, pihak aparat harus segera turun tangan,” tukas Aris. (sis/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *