Rumahnya Roboh, Kakek Sebatang Kara ini Luput dari Perhatian Pemerintah

by
Mbah Sairan saat diantara puing-puing rumahnya yang roboh. Tampak pula, para relawan. secara swadaya membangun rumah kakek sebatang kara ini. (FOTO: IRW)

GRESIK, FaktaNusantara.com – Lengkap sudah penderitaan yang dialami Sairan (80) warga Dusun Legundi RT/RW 01/01, Desa Krikilan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Betapa tidak, rumah tempat tinggal satu-satunya, roboh beberapa waktu lalu. Bukan tertimpa musibah bencana alam, rumah kakek yang hidup sebatang kara ini, roboh karena kondisinya yang sudah lapuk, karena sebelumnya, dirinya tak memiliki cukup dana untuk memperbaikinya.

Pun begitu, pemerintah desa (Pemdes) setempat, tak mampu berbuat banyak. Jangan mengucurkan bantuan, menjenguk kondisi warganya yang kerap didera sakit ini pun, tidak.

Hal ini seperti dikatakan Sonik (38), warga setempat. Dirinya mengaku, sempat melapor kondisi kakek renta itu ke Ahmad Misnan, Kepala Dusun Legundi. Bukannya merespon dengan baik, lanjut Sonik, dirinya malah dapat ujaran terkesan meremehkan dari sang Kasun.

“Kalau menunggu bantuan dari Pemdes, ya realisasinya tahun depan. Karena di desa Krikilan ini masih banyak kegiatan. Dan kalau kamu dengan teman-temanmu, mau membantu pak Sairan sendiri, dari mana kamu dapat uang sebanyak itu, untuk bisa membangun lagi rumah pak Sairan yang roboh,” ujar Sonik menirukan ujaran Kasun Ahmad Misnan, saat dilaporinya bersama temannya.

Dapat ujaran begitu, tak membuat semangatnya kendur. Dirinya hanya menyayangkan sikap Kepala Dusun tersebut yang cuek dan tega dengan kondisi warganya yang miris.

“Masa’ Pemdes nggak punya saving dana sosial, yang sewaktu-waktu dan kapan saja bisa dikucurkan. Ya seperti kondisi mbah Sairan ini. Lha, kalau bantuannya tahun depan, mbah Sairan ini mau tinggal dimana. Kondisi mbah Sairan ini sakit-sakitan. Yang sehat saja, kalau kehujanan kadang masuk angin, apalagi manula,” sengitnya.

Nah, kondisi itulah, mendesak Sonik bersama kawan-kawannya, rela mencari pundi-pundi bantuan ke tetangga sekitar, dan para Pedagang Kaki Lima (PK5) yang berada di sepanjang Jalan Raya Legundi. Hingga akhirnya, dirinya mampu mengumpulkan dana Rp 3,4 Juta.

“Dari dana yang terkumpul, kita belanjakan pasir, batu bata, semen, kusen pintu, dan material lainnya. Untuk pengerjaannya murni dari swadaya masyarakat Legundi,” terang Sonik didampingi Dedi Priandanu.

Disinggung soal apakah sudah melapor ke Kepala Desa Krikilan, dirinya mengaku sudah beberapa kali berusaha bertemu Kades Supriadi, baik di kantor maupun di rumahnya. Namun, usahanya nihil. Ia mengaku tidak pernah bertemu Kades.

“Maksud saya, mungkin pak Kades bisa kita ajak berembug soal kondisi robohnya rumah mbak Sairan ini. Tapi nggak pernah ketemu,” kata Sonik, yang diangguki salah satu relawan yang ikut membangun rumah mbah Sairan. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *