Razia di Kota Probolinggo, Ratusan Botol Miras dan 4 Pemandu Lagu Diamankan

by
Tampak, pemandu lagu saat diamankan petugas. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Sedikitnya, 13 krat miras berbagai ukuran dan merk diamankan petugas saat razia, Senin (23/4/2018) malam kemarin. Selain itu, petugas juga menggelandang 4 pemandu lagu yang sedang menemani pengunjung di salah satu tempat karaoke. Plus 4 unit kendaraan roda dua turut diamakan, karena tidak dilengkapi surat-surat.

Belasan krat dengan perincian 116 botol bir, 7 botol arak, 97 bir hitam dan 4 botol anggur merah, disita petugas dalam razia Cipta Kondisi (Cipkon) menjelang puasa Ramadlan. Petugas yang terdiri dari Satres Narkobna, Reskrim, Intelkam, Sabhara, Satlantas serta Polsek jajaran melakukan operasi di sejumlah toko, warung lesehan, dan warung remang-remang, serta di tempat karaoke.

Petugas gabungan dari beberapa satuan dibagi 4 kelompok. Mereka bertugas menyebar di berbagai tempat dan melakukan razia di sejumlah toko yang diduga menjual miras. Petugas yang merazia di wilayah Polsek Mayangan berhasil mengamankan 7 botol arak di Jalan Ikan Blanak. Sementara di Kelurahan Mangunharjo, petugas menggeledah sebuah toko dan menemukan 106 botol bir, 96 botol bir hitam.

Petugas kemudian meluncur ke karaoke lesehan di Kelurahan Curahgrinting, Kecamatan Kanigaran. Meski sebelumnya telah dirazia, lesehan yang berlokasi di Jalan Citarum ini, masih menjual bir. Petugas menemukan 10 botol bir, 4 botol anggur merah, 1 botol bir hitam dan 4 pemandu lagu, berikut 4 unit kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi surat.

“Operasi cipkon ini dalam rangka keamanan jelang bulan puasa,” tandas Kompol Bunari, Kabag Ops.

Selain itu, lanjutnya, operasi dilakukan karena di wilayahnya marak kejahatan dan berbagai tindak kriminal. Salah satu pemicunya, disinyalir pelaku melakukan tindak kejahatan, karena pengaruh Miras. Karenanya, Bunari mangatakan, akan terus melakukan operasi cipkon hingga menjelang lebaran. Diharapkan operasi yang dilakukan, meminimalisir peredaran miras dan narkoba, serta menurunkan angka tindak kriminal.

“Ini salah satu tindakan represif terhadap maraknya kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Terkait dengan perempuan pemandu lagu, pihaknya akan mendata nama dan alamat kos, serta asalnya. Diharapkan dengan identifikasi, jika terjadi sesuatu di kemudian hari, mudah dipantau. Menurutnya, pemandu lagu juga perlu dilindungi sebagai anggota masyarakat.

“Kami tidak ingin pemandu lagu mendapat perlakuan tindak kekerasan. Mereka juga harus dilindungi, seperti masyarakat yang lain,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *