Rapat Pleno Rekap Suara Pilkada Tingkat KPU di Kota Probolinggo, Dijaga Ketat

by
Penjagaan ketat petugas berwajib saat Rapat Pleno Rekapitulasi Perolehan Suara Pilgub dan Pilwali Kota Probolinggo, berlangsung. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Pengumuman Hasil Penghitungan Perolehan Suara dalam Pilgub Jatim dan Pilwali Kota Probolinggo, dijaga ketat pihak keamanan. Rapat tersebut berlangsung di Gedung Paseban Sena, Jalan Suroyo, Kota setempat, Rabu (4/7/2018) pagi.

Tampak, sejumlah anggota Polresta dan Brimob Polda Jatim serta anggota TNI berjaga di tempat yang ditentukan. Semantara, ada petugas berpakaian lengkap dengan senjata laras panjang menyebar di beberapa titik. Aparat berpakaian preman pun turut diterjunkan. Tak ketinggalan, kendaraan Baracuda milik Satuan Brimob Polda Jatim diparkir di samping gedung Paseban Sena.

Sementara dua unit kendaraan Watercanon, parkir di sisi utara dan selatan gedung, yakni di jalan Suroyo. Petugas juga menutup akses jalan Suroyo di dua sisi. Sisi selatan, mulai perempatan utara SD Katolik Mater Dei ditutup untuk umum. Begitu juga di sisi utara, tepatnya di pertigaan Alun-alun. Di pertigaan Jalan Ahmad Yani tersebut, ditutup total dengan barikade kawat berduri.

Seluruh kendaraan yang dari arah timur jalan Ahmad Yani yang hendak ke selatan lewat jalan Suroyo, tidak bisa. Selain ada brikade kawat berduri, di tengah pertigaan parkir kendaraan Watercanon, sejumlah sepeda motor dan motor jenis trail dan kendaraan truk milik TNI beserta personilnya. Begitu juga di pintu masuk gedung Paseban Sena. Meski tidak ketat, petugas tetap berjaga-jaga.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal yang hadir diacara tersebut dan memimpin langsung pengamanan mengatakan, pihaknya menerjunkan anggotanya, termasuk Brimob dan TNI, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan.

“Ini antisipasi saja. Mudah-mudahan sampai akhir tahapan Pilkada serentak ini, tetap aman. Ini kan berkat dukungan seluruh masyarakat,” ujarnya singkat tanpa menyebut jumlah personil yang bertugas menjaga keamanan rekapitulasi tersebut.

Sementara itu, saat rekapitulasi Pilgub berlangsung, terjadi perbedaan satu suara. Setelah dijelaskan, bahwa satu suara tersebut berasal dari salah satu TPS di Kelurahan Wiroborang. Dimana, di satu TPS, ada pemilih yang memegang tiga surat suara. Satu surat suara Pilgub dan dua surat suara Pilwali. Namun, setelah diperiksa petugas KPPS, satu suara pilwali tidak sah alias tidak bisa dicoblos.

“Memang tadi ada perbedaan satu suara. Sudah dijelaskan tadi oleh petugasnya,” ujar Titin Andriyani, saksi Pilgub Paslon nomor urut 2.

Selain itu, terjadi kesalahan penempatan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilgub di tingkat kecamatan. Karenanya, rekapitulasi penghitungan perolehan suara sempat tidak dimulai atau tertunda beberapa saat. Ternyata, setelah dikroscek, PPK Kecamatan Kademangan salah atau keliru memasukkan rekap.

“Kesalahannya, keliru memasukkan rekap. Rekap Pilgub dimasukkan ke amplop atau bungkus pilwali. Hanya itu kesalahannya. Yang lain tidak ada masalah,” tandas Ahmad Hudri, Ketua KPU Kota Probolinggo. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *