Puluhan Kendaraan Dinas di Pemkot Probolinggo, Dilelang

by
Kendaraan roda tiga milik Pemkot yang dilelang berlangsung di Gedung Islamic Centre (GIC) Jalan Basuki Rahmat, Senin (26/3/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Pemkot Probolinggo melalui Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset (DPPKA), melakukan lelang. Lelang puluhan kendaraan dinas dari sejumlah SKPD tersebut, berlangsung di Gedung Islamic Centre (GIC) Jalan Basuki Rahmat, Senin (26/3/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Dari 31 unit kendaraan yang dilelang, tinggal 10 unit yang belum laku dan akan dilelang lagi, pada bulan Mei depan. Jika pada lelang kedua tetap tidak ada yang membeli, maka kendaraan yang tidak laku pada lelang kedua tersebut, akan dijual seperti biasa ke masyarakat alias tidak dilelang.

Hal tersebut diungkap Sekretaris DPPKA, Wawan Soegiyantono, disela-sela acara lelang. Disebutkan, yang melelang 31 kendaraan roda tiga dan dua, serta satu unit mobil, bukan dinasnya, melainkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang KPKNL Jember. “Kami hanya jadi panitianya saja. Yang melelang PKPNL Jember,” tandasnya.

Lelang pertama tersebut, kebanyakan atau mayoritas diikuti pegawai Pemkot atau ASN. Terutama, pegawai yang memegang kendaraan tersebut saat dinas. Hanya beberapa warga yang ikut lelang. Dijelaskan, metode lelang bersifat terbuka dan harga ditawarkan di muka umum. “Tidak sembunyi-sembunyi. Pemenang lelang adalah mereka yang menawar harga tertinggi,” tambahnya.

Menurutnya, peserta lelang adalah PNS dan warga yang mendaftar sebelumnya dengan menyertakan uang muka. Uang tersebut sebagai tanda keikutsertaan dalam lelang yang dilaksanakan terbuka dan untuk umum.

“ASN boleh ikut, terutama pemegang kendaraan saat dinas. Perlakuannya sama dengan warga yang lain. Kami netral karena yang melelang bukan kami,” katanya.

Terkait dengan isu ada beberapa kendaraan roda empat dan tiga yang tidak diikutkan lelang secara umum dan terbuka, dan kendaraan yang dimaksud dibeli oleh salah satu kepala dinas dan salah seorang anggota DPRD. Wawan membantah. Pihaknya tidak pernah melakukan lelang tertutup alias sembunyi-sembunyi.

“Ah tidak benar informasi itu. Tidak ada kendaraan yang tidak dilelang di sini dan dibeli pejabat,” bantah Wawan.

Sementara itu, salah satu peserta lelang, Farid mengatakan, kalah dalam lelang. Sepeda motor bebek Honda Supra Fit yang hendak dibeli ternyata ditawar lebih tinggi oleh ASN. Kendaraan roda dua yang masih berplat dasar merah itu, gagal jadi miliknya.

“Saya tidak berani menawar diatasnya. Ya kami perhitungkan dengan biaya perawatan dan biaya balik nama dan mutasi. Dibeli ASN yang memegang sepeda motor tersebut,” ujarnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *