Polisi Tak Boleh Terlalu Gemuk, Ini yang Dilakukan Anggota di Mapolresta Probolinggo

by
Puluhan anggota Polres Probolinggo Kota dari berbagai kesatuan, yang badannya gendut diwajibkan berolahraga. Tak terkecuali perwira dan apapun jabatannya. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Polres Probolinggo Kota, mewajibkan anggotanya menurunkan atau menstabilkan badannya. Oleh karena itu, pada Selasa (8/5/2018) sekitar pukul 13.30 WIB, puluhan anggota Polres dari berbagai kesatuan, yang badannya gendut diwajibkan berolahraga. Tak terkecuali perwira dan apapun jabatannya.

Seperti Kasat Lantas AKP Alpobohan dan Kapolsek Kademangan Kompol Toyip Subur, turut sebagai peserta oleh raga penurunan berat badan. Selain melakukan gerakan di depan Mapolresta, mereka juga diharuskan berlari. Jalur yang ditempuh, jalan dr Muhammad Saleh, Jalan Soekarno-Hatta, Suroyo, Ahmad Yani dan kumpul lagi di halaman Mapolresta.

Wakapolresta Kompol Djumadi mengatakan, kegiatan yang dilakukan anggotanya sebagai upaya untuk menstabilkan tubuh. Menurutnya, polisi tidak boleh terlalu gemuk, agar dalam menjalankan tugasnya cekatan dan tidak terganggu dengan tubuh yang terlalu gemuk.

“Olahraga ini agar berat badannya menurtun. Tujuannya berat dan tinggi badan harus seimbang. Jika seimbang, kesehatan terjaga,” tandasnya.

Selain kewajiban berolahraga, Wakapolresta meminta anggotanya yang berbadan gemuk berolahraga sendiri di kesatuannya, di Kapolsek tempatnya bertugas dan di rumah. Pihaknya tidak memakasa, namun demi menjaga kesehatan, olahraga perlu dirutinkan. Ia berharap, seluruh anggota berolahraga tidak takut pada atasan atau seniornya. “Itu untuk kepentingannya sendiri. Monggo kalau mau sakit-sakitan, jangan berolahraga,” tandasnya.

Sementara itu, Kabag Sumda Kompol Sayuti yang membidangi penurunan berat badan Anggota Polresta mengatakan, program menurunkan badan merupakan kewajiban dan harus dilakukan seluruh anggota, terutama yang berbadan gemuk atau kelebihan berat badan.

“Untuk semua anggota yang berat badannya berlebih. Agar seimbang berat badan dan tingginya. Kalau badan seimbang, enggak gampang dan malas dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian,” tandasnya.

Menurutnya, ada rumus seseorang dikatakan tubuhnya ideal, artinya berat badan dan tingginya, seimbang. Rumusnya, tinggi badan dikurang 110 cm meter. Jika berat badan melebihi hasil pengurangan, maka mereka dianggap hgemuk alias tidak seimbang.

“Kalau tinggi seseorang 170 cm, maka beratnya antara 60-65 kg. Lebih dari itu sudah tidak seimbang. Kan 170 dikurangi 110 hasilnya 60,” Kompol Sayudi memberi contoh.

Disebutkan, anggota yang mengikuti olahraga turun badan, sebelumnya harus ditimbang. Usai berolahraga, mereka ditimbang kembali dan dicatat. Tiga bulan berikutnya, mereka akan dipanggil lagi untuk mengikuti olah raga dan ditimbang lagi di Mapolresta. Jika berat badannya tidak berkurang, maka anggota yang bersangkutan tidak berolahraga selama tiga bulan.

“Kan sesudah berolahraga di sini, anggota diwajiibkan berolahraga di kesatuan atau jajaran (Polsek). Kalau beratnya sama, berarti mereka tidak berolahraga di kesatuannya atau di Polsek,” tambahnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *