Pj Kadinkes Jombang: Bayi Hidrosefalus Akan Dioperasi Pemasangan Santing

by
Ibu Susiwati saat menyusui Fariz dan menemani Farel. (FOTO: ELO)

JOMBANG, FaktaNusantara.com – Fariz, balita asal Dusun Jabon, Desa Plosogeneng, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akan mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang.

Penjabat (Pj) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang, Dr Pudji Umbaran menyatakan, dalam menangani kasus balita hidrosefalus yang ada di Plosogeneng, pihak Dinkes akan bekerjasama dengan RSUD Jombang, untuk memberikan penanganan secara serius pada balita tersebut. Pasalnya, Dinkes Jombang, kini menggalakkan pelayanan kesehatan di tingkat promotif dan preventif. Termasuk memaksimalkan pelayanan kuratif dan rehabilitative.

“Pada bayi-bayi yang terdampak dengan kelainan congenital, salah satunya dengan hidrosefalus, maka harus dideteksi secara dini adanya hedrosefalus tersebut, yang kemudian harus ditata-laksanai dengan baik,” kata Dr Pudji Umbaran, Selasa (17/4/2018).

Menurut Pudji, upaya ini dilakukan agar balita tersebut tetap hidup, dan hidupnya berkualitas, seperti anak normal pada umumnya. “Kalau memang itu hidrosefalus dan kelebihan cairan, maka harus dioperasi untuk pemasangan santing, untuk membuang cairan di otak ke tubuh, agar otak anak tersebut tumbuh dengan normal,” paparnya.

Disinggung soal penanganan hedrosefalus di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Pudji umbaran yang menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit plat merah tersebut menuturkaan, pihak RSUD sudah mempunyai dokter spesialis bedah saraf untuk memberikan pelayanan, terhadap kasus hedrosefalus.

Hal ini dikarenakan RSUD Jombang, merupakan rumah sakit regional rujukan di Jawa Timur bagian tengah, yang sudah terstandarisasi, dan mempunyai kelengkapan, baik alat maupun sarana prasarananya.

“Untuk kasus hidrosefalus yang sudah dirujuk ke RSUD Jombang, akan kami tata-laksanai dengan standar yang ada. Pasien akan kita lakukan pemeriksaan dengan scan, kami ada 128 slas. Dan setelah itu akan kita ketahui penanganan apa yang harus kita lakukan,” tegasnya.

Selain dilakukan pemasangan santing, lanjut Pudji, diharapkan ibu bayi bisa melakukan kontrol secara rutin, kemudian bayi bisa dilakukan latihan tumbuh kembang, sehingga pertumbuhannya bisa normal. “Latihan tumbuh kembang dengan baik sehingga nantinya mampu tumbuh normal berdampingan dengan bayi yang lain,” katanya.

Saat ditanya mengenai Fariz, yang katanya sudah pernah dirawat di RSUD Jombang, Pudji mengaku akan melakukan pengecekan registrasi, sehingga mampu menelusuri rekam medic Fariz. “Sehingga kami bisa melakukan tahapan-tahapan penanganan pada bayi ini, dan bekerjasama dengan Dinkes Jombang. Mengenai biayanya insyallah tanpa biaya, karena bayi ini ditanggung jaminan kesehatan BPJS,” tukasnya. (elo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *