Pilwali Probolinggo Masuk Zona Merah, Begini Kata Danrem 083

by
Danrem 083/Baladhika Jaya Malang, Kolonel Infantri Bagus Suryadi Tayo, saat mengunjungi Kodim 0820 Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Kabar yang menyebut, Kota Probolinggo masuk Zona merah dalam Pilwali nanti, terutama saat penghitungan suara, ditanggapi dingin Komandan Komando Resor Militer (Darem) 083/Baladhika Jaya Malang. Menurutnya, di wilayah yang sempat ricuh hingga terjadi pembakaran kendaraan Polresta di Pilwali sebelumnya, dianggap sama dengan kondisi wilayah lain yang melaksanakan Pilkada serentak tahun ini.

Penyataan tersebut disampaikan Danrem 083/Baladhika Jaya Malang yakni Kolonel Infantri Bagus Suryadi Tayo, usai memberi pengarahan ke seluruh anggota Kodim 0820 Probolinggo di halaman belakang Makodim. Siang itu, Danrem mengunjungi Kodim 0820 Rabu (18/4/2018) sekitar pukul 14.00 WIB, usai lawatannya dari Kodim Lumajang. Usai dari Kodim 0820, Kol. Inf. Bagus Suryadi Tayo melanjutkan kunjungannya ke Bondowoso.

Kepada sejumlah wartawan, Bagus menjelaskan kunjungannya ke Kodim yang berada di wilayahnya dalam rangka perkenalan. Mengingat, dirinya belum sampai satu bulan dilantik menjadi Danrem Malang yakni dilantik pada Jumat (23/3) bulan lalu. Ia menggantikan Danrem yang lama Kolonel Inf Bangun Nawoko. “Kami belum sampai sebulan menjabat Danrem. Jadi saya kesini (Kodim 0820) selain perkenalan juga kepingin tahu situasi,” terangnya.

Selain Probolinggo, ia telah mengunjungi beberapa kodim dan akan berkunjung ke kodim yang belum didatangi di wilayahnya seperti, Bondowoso, Situbondo, Banyuwangi dan Jember. Kol. Inf. Bagus dalam kesempatan tersebut, juga menjawab pertanyaan wartawan, soal kondisi dan keamanan menjelang pilwali. Menurutnya, pilwali Kota Probolinggo, sama dengan daerah lain. “Kami rasa, kondisinya sama dengan daerah lain. Tidak ada pengamanan khusus, termasuk di sini,” tandasnya.

Terbukti, menurutnya, meski kampanye Pilwali sudah berlangsung Kota Probolinggo, masih aman-aman saja. Mengenai pengamanan pilkada, ia menegaskan, sudah dipersiapkan jauh sebelumnya baik ditingkat kodim, korem dan juga pusat. Artinya, pihaknya siap mengamankan pilkada serentak. “Kami sudah mempersiapkan. Mudah-mudahan di sini dan daerah lain, tidak ada permasalahan di pilkada. Semuanya berjalan lancar dan kondusif,” harapnya.

Selain bertugas pengamanan, TNI juga memiliki fungsi menyatukan seluruh komponen yang ada di masyarakat. Karenanya TNI dituntut netral dalam pilkada, mulai tingkatan atas sampai tingkat paling bawah seperti, Babinsa. Jika diketahui tidak netral, maka akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. “Kami yakin, anggota TNI, netral. Kita kan semua tahu, kalau militer itu satu komando. Patuh dan taat pada atasan. Jika ada yang tidak netral, kami proses,” tegasnya.

Saat ditanya, apa saja yang disampaikan dalam pengarahannya ke seluruh anggota Kodim 0820. Kol Inf Bagus mengajak anggota unbtuk menjaga kerharmonisan keluarga. Sebab, keberhasilan dapat diraih, jika suasana keluarga mendukung. Tugas tidak akan berat dilaksanakan, jika dalam rumah tangga tidak ada persoalan. “Itu kata kuncinya. Sesuatu itu bermula dari keluarga. Kalau rumah tangganya tentram, maka tugas berat seperti apapun, akan ringan dan pasti berhasil,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *