Pemohon Pakai Tanda Tangan Berteks Sholawat, Kades Winong Tolak Beri Rekom Pindah Kependudukan

by
Surat keterangan pindah antar provinsi, yang ditanda-tangani pemohon dengan tulisan Arab berteks Sholawat. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Ada-ada saja apa yang dilakukan Hartono Lubis, warga Jalan Sosial Desa Gunung Gajah, Kecamatan/Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan ini. Betapa tidak, tanda tangannya bertulis huruf Arab. Anehnya lagi, jika dibaca, bacaannya “Shollallohu ‘Alaihi Wasallam”.

Tanda tangan berteks sholawat itu, diketahui pada Surat Keterangan Pindah dirinya. Hartono Lubis, berniat pindah dari kampungnya di Kabupaten Lahat, ke tempat tinggal Ana Masitun, istrinya, di Desa Winong RT 29 RW 9, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.

Tak ayal, Kepala Desa (Kades) Winong, Priadi, memilih tidak memberi tanda tangannya sebagai rekomendasi pembuatan KTP dan Kartu Keluarga (KK) di Desanya. Baginya, tidak mudah memberi rekomendasi pembuatan identitas kependudukan Hartono Lubis. Karena tanda tangan pemohon menggunakan tulisan Arab berteks sholawat. Selain itu, lanjut Kades, saat ini sedang marak kasus terorisme.

“Saya tadi melihat sekilas kok tanda tangannya huruf Arab. Jika dibaca itu teks sholawat Nabi Muhammad. Saya gak gampang tanda tangan berkas. Terutama soal KTP dan KK. Khawatir pengajuan KTP dan KK digunakan hal-hal yang tidak diinginkan. Maaf, kami bukan suudzon, tapi antisipasi saja,” ujar Priadi, Rabu (23/5/2018) di Kantor Desa.

Pihaknya tidak menyangkal, syarat pindah kependudukan yang diajukan pemohon bernama Hartono Lubis itu, terkategori jelas. Namun, pihaknya mengaku heran dengan tanda tangan pemohon yang dianggapnya aneh dan terkesan mengada-ada.

“Tanda tangan begini, bisa jadi bentuk pelecehan. Tapi, kita masih ingin berkonsultasi,” ungkapnya.

Konsultasi yang dimaksud, kata Kades, dengan melakukan komunikasi dengan tokoh agama setempat, terkait bagaimana status hukum teks sholawat yang dijadikan tanda tangan. “Kita tidak ingin, nama desa Winong rusak karena orang yang tidak bertanggung jawab,” tandasnya.


Apalagi, sambung Kades, saat ini hangat-hangatnya memberantas teroris pasca aksi teror bom di Surabaya dan Sidoarjo. Selain itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah, juga sedang gencar-gencarnya melakukan pendataan warga, termasuk meningkatkan pelayanan masyarakat atas dokumen kependudukan.

“Kami akan selalu memberi pelayanan yang optimal. Tentunya tidak tanda tangan tulisan Arab berteks sholawat seperti ini. Saya menolak. Silahkan jika pemohon mau ngurus sendiri. Pemerintah Desa Winong tidak memfalitasinya,” tandas Kades Priadi, sambil menunjukkan surat keterangan pindah antar provinsi tersebut. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *