Pemkot Probolinggo Belum Beri Bantuan ke Keluarga 4 Terduga Teroris, Ini Alasannya

by
Rumah terduga teroris berinisial H, di Perumahan Sumbertaman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Pemkot Probolinggo belum mengambil sikap terhadap keluarga 4 terduga teroris yang diamankan Densus 88, beberapa hari lalu. Alasannya, menunggu Walikota yang saat ini masih berkunjung ke luar kota. Sedang Dinas Sosial (Dinsos) untuk memberi bantuan, menunggu keputusan Polres Probolinggo Kota.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinsos, Zainullah melalui Kabag Humas dan Protokol, Prijo Djatmiko, Minggu (20/5/2018) siang melalui selulernya. Prijo berterus terang, pasca penangkapan 4 warga Perumahan Sumbertaman Indah, Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Dinsos belum turun ke keluarga terduga teroris, untuk memberi bantuan.

Alasannya, menunggu putusan dari Polresta. Jika nanti telah ada keputusan, pihaknya akan menemui keluarga yang ditinggal empat terduga teroris tersebut. Mengingat, sampai saat ini Dinsos belum mengetahui status keluarga terduga, Apakah terlibat atau tidak.

“Enggak tahu. pak Zainullah berkata begitu. Katanya menunggu putusan dari Polresta. Jadi saya menyampaikan apa adanya,” ujarnya.

Terpisah, Sekda Kota Probolinggo berterus terang, belum melangkah. Sebab, belum ada petunjuk dari Walikota. Pihaknya akan turun seperti memberi bantuan, setelah mendapat perintah dari Hj Rukmini. Disebutkan, Walikota saat ini masih dinas di luar kota.

“Belum, kami belum berbuat apa-apa soal itu. Menunggu Walikota datang. Tenang saja, besok beliau datang,” tandasnya.

Dijelaskan, Hj Rukmini tiba di Kota Probolinggo, pada Senin (21/5/2018). Pihaknya akan menemui Walikota untuk meminta petunjuk tentang perhatian Pemkot terhadap keluarga terduga teroris. Menurutnya, apa saja kebijakan yang dikeluarkan Walikota, akan ia jalankan.

“Selama ini kami belum berbuat apa-apa. Kami menunggu bu Wali. Kami akan memberitahukan soal ini kepada bu Wali. Jadi tunggu besok ya,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkap Ketua Komisi 3 DPRD setempat, Agus Riyanto. Pemkot tidak perlu tergesa-gesa memberi bantuan pada keluarga terduga. Menurutnya, sebaiknya menunggu putusan dari Polresta. Ketika polresta menyatakan keluarga tidak terlibat, maka Pemkot sebaiknya membantu untuk meringankan beban ekonomi keluarga terduga.

“Kami rasa, sikap yang diambil Pemkot, benar. Pemkot harus menunggu dan melihat atau wait and see,” ujar Agus.

Ia tidak memungkiri, Pemkot wajib membantu warganya untuk mengurangi beban hidupnya. Namun dalam hal, ini menurut Agus, harus dibedakan. Mengingat, mereka ditinggal orang yang menjadi tulang punggung ekonomi karena kasus dugaan teroris.

“Secara kemanusiaan, ya harus dibantu. Tapi ulah mereka kan melanggar kemanusiaaan juga. Bagaimana nasib keluarga yang dibom oleh mereka,” tambahnya.

Ditambahkan, Pemkot tidak perlu menunggu putusan inkrah dari Pengadilan. Asal ada surat dari Polresta, kalau keluarga yang ditinggal tidak terlibat aksi teror, lanjut Agus, sudah cukup. Pemkot harus membantu istri dan anak terduga teroris, mengingat mereka juga warga Kota Probolinggo yang harus dibantu dan diperlakukan sama dengan warga yang lain.

“Saya rasa tidak perlu menunggu putusan pengadilan. Cukup dari Polresta,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *