Pastikan Tutup, Dewan Sidak Tempat Hiburan di Kota Probolinggo, Ini Hasilnya

by
Jelang Ramadhan, Anggota DPRD Kota Probolinggo saat melakukan Sidak di sejumlah tempat hiburan, guna memastikan tutup atau tidak. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – DPRD Kota Probolinggo, menemukan sejumlah monitor di tempat karaoke Pop City, masih menyala. Padahal, sehari sebelum Ramadlan hingga beberapa hari pasca lebaran, ditutup. Dengan temuan itu, Komisi A menduga, kalau tempat hiburan yang berlokasi di jalan Suroyo tersebut, masih menerima pengunjung, meski pintu utama, ditutup.

Dugaan tersebut disampaikan Abdul Azis ketua Komisi 1 DPRD setempat, saat sidak di Pop City (PC), Selasa (15/5/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. Azis yang tengah malam itu bersama pimpinan DPRD Agus Rudiyanto Ghofur dan Roy Amran, langsung masuk PC dan memeriksa satu-persatu ruangan, berikut ruang kasir. Azis, menemukan monitor yang lampu LED merah menyala di sejumlah ruangan, termasuk monitor kasir.

Bahkan, politikus PKB tersebut meyakini LCD di Room 35 baru saja dimatikan. Di layar berukuran sekitar 60 inchi itu masih ada bekas tulisan Karaoke Pop City. Tak hanya alat elektronik yang menjadi sasaran, puntung rokok yang ada di lantai, diambil lalu dicium. Hasilnya, Azis menduga puntung rokok tersebut masih baru.

“Ini sepertinya masih baru. Dan ini lampu monitornya, masih menyala. Berarti di sini ada orang barusan. Ini AC-nya masih nyala,” tandasnya.

Salah satu petugas keamanan membenarkan, kalau ruangan tersebut habis ditempati. Tetapi bukan tamu atau pengunjung, melainkan dirinya yang menempati untuk istirahat. Tentang AC yang menyala, si Satpam mengaku, ia yang menghidupkan karena di dalam ruangan, panas meski tengah malam.

“Ya pak, kami barusan ada di ruangan ini. Istirahat leyehan sambil rokokan. Nggak, kami nggak menerima tamu. Soalnya, kemarin sudah tutup,” ujarnya kepada Ketua, Wakil dan Ketua Komisi 1 DPRD.

Menurutnaya, tempat hiburannya ditutup pada 14 Mei kemarin, sesuai Surat Edaran Pemkot. Mulai hari itu, tempatnya bekerja ditutup dan tidak menerima tamu ataupun pengunjung. Tak hanya tempat karaoke, cafe yang satu lokasi dengan PC juga ditutup.

“Tutup total pak sampai habis lebaran. Selama sebulan tutup, ada karyawan yang masuk untuk maintenance atau perbaikan dan bersih-bersih,” ujar Satpam tersebut.

Sebelumnya, ketiga pimpinan DPRD itu sidak di tempat Karaoke 888 (Tripel Eight) di jalan Suroyo. Hanya saja, dewan tidak menemukan tanda-tanda tempat tersebut buka. Pintu masuk karaoke ditutup, lampu mati dan tak satupun petugas terlihat. Mereka kemudian membaca pengumuman yang ditempel di dinding.

“Wah ternyarta tutup beneran. Sebab, kami hanya memastikan saja, apakah tempat karaoke yang ada di sini benar-benar tutup. Ternyata tutup beneran,” tandasnya.

Kemudian, rombongan melanjutkan sidaknya ke BJBR. Lantaran tempat karaoke di BJBR sudah tutrup lama, rombongan kemudian balik kucing dan meluncur ke warung remang-remang Enjoy Cafe di Jalan Raden Wijaya.

Di tempat ini, rombongan menemukan seorang wanita bersama seorang lelaki. Lantaran keduanya tidak membawa KTP, oleh rombongan dewan, keduanya diantar ke rumahnya di Perliman, Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan.

Kepada orang tuanya, Azis meminta untuk menjaga putra putrinya agar jangan pulang larut malam dan kemanapun pergi harus membawa KTP. Sebab, saat ini lagi banyak aksi bom bunuh diri. Menurutnya, salah satu tugas DPR adalah memberi pelayanan kepada masyarakat.

“Ini adalah salah satu tugas kami. Perempuan tidak baik pulang malam, apalagi ada di warung. Makanya, saya minta untuk pulang. Sekaligus kami antar dan diserahkan ke keluarganya,” ujar Azis.

Sementara itu, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur mengatakan, apa yang dilakukan sesuai tugas dewan, yakni pengawasan. Tujuannya, agar di wilayahnya aman dan kondusif, terutama bulan puasa.

“Sudah disepakati, tempat karaoke tutup mulai tanggal 14 Mei. Kenapa sudah tutup, kok kami melakukan sidak. Untuk memastikan apakah tutup beneran atau tidak. Ternyata sudah tutup,” ujarnya.

Disebutkan, 5-6 hari kedepan, pihaknya akan melakukan sidak kembali. Sebab, ia khawatir ada tempat karaoke yang abu-abu, nutup tapi masih menerima pengunjung. Mengingat, saat sidak Selasa malam itu, pihaknya curiga lantaran ada beberapa layar monitor di Pop City yang masih menyala, bahkan monitor di kasir juga menyala. “Kalau memang ditutup, ya tidak ada sarana yang menyala atau hidup,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *