Parkir Depan Rumah, Dua Motor Warga Probolinggo Amblas Digasak Pencuri

by
Korban pencurian saat menunjukkan tempat 2 sepeda motor yang diparkir, sebelum amblas digasak pencuri. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Para pemilik kendaraan bermotor, diminta tetap waspada, meski sepeda motornya diparkir di dalam rumah atau garasi plus dikunci stang setir. Bisa-bisa amblas, kalau si pelaku berniat mencurinya. Ini seperti yang dialami Citra Yudyastuti (38). Dua sepeda motornya, amblas disikat pencuri pada Rabu (4/4/2018) kemarin sekitar pukul 03.00 WIB.

Padahal, 2 sepeda motor matik tersebut diparkir di garasi rumahnya. Sedang pintu pagar yang terbuat dari besi sudah digembok. Pelaku yang diperkirakan 6 orang tersebut, masih bisa membawa kabur 2 motor jenis matik dari 5 sepeda motor yang diparkir di garasi tanpa pintu tersebut. Aksi pencurian ini sudah dilaporkan ke Mapolresta, keesokan harinya, yakni pada Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Hanya saja, hingga Kamis (5/4) siang sekitar pukul 11.30 WIB, tak satupun petugas Polresta datang ke lokasi pencurian. Yakni di rumah Cutra, jalan Sokarno-Hatta, 88A, RT 1/RW 1. Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. Tepatnya, di depan Panti Asuhan Muhammadiyah atau samping belakang kantor Badan Pertanahan Kabupaten Probolinggo. “Kemarin sudah laporan. Tapi tidak ada polisi yang kesini,” ujar Citra yang dampingi suaminya.

Disebutkan, dua motor Honda jenis matik yang raib tersebut hanya satu unit miliknya. Sedang yang satu adalah milik seseorang yang kos di rumahnya. Dua motor tersebut bernopol N 6297 SJ dan AB 2888 QE. Diperkirakan, pelaku melancarkan aksinya antara pukul 03.00 WIB sampai menjelang subuh. Mengingat, suami Citra pada pukul 02.00 WIB masih melihat pertandingan sepak bola di televisi. “Kami mengetahui sekitar pukul 05.00 WIB,” katanya.

Bagitu bangun, Citra ke ruang tamu membuka pintu sebelum shalat subuh. Saat membuka pintu ruang tamu, ia curiga melihat pintu pagar terbuka sekitar setengah meteran atau pas untuk jalan sepeda motor. Dugaannya benar, pintu pagar tersebut dibobol maling. Karena saat dilihat 5 sepeda motor yang diparkir di garasi tinggal 3 unit. “Di garasi ada lima motor. Satu punya saya, empat motor milik anak yang kos di rumah kami,” terangnya.

Kajadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Mayangan. Namun, laporan Citra ditolak. Dan oleh petugas diminta melapor ke Polresta dengan membawa bukti STNK dan BPKB. Sekitar pukul 09.00 WIB, ia melapor ke Mapolresta diantar suaminya.

Citra menceritakan, kalau tiga hari sebelum kejadian, anak satu-satunya yang masih balita, dini hari menangis. Hanya saja, ia tidak memperhatikan kala akan ada sesuatu. “Ternyata, anak-anak lebih peka. Anak saya tahu kalau di rumah kami, ada sesuatu. Mungkin pelaku sudah tiga hari ada di sekitar rumah,” tambahnya.

Ia kemudian menyebut, kalau dirinya mendapat informasi dari tempat foto kopi di selatan Jalan Soekarno-Hatta saat Citra memfotocopi STNK dan BPKB sepeda motor yang hilang. Dikatakan, kalau pemilik fotocopi melihat beberapa pemuda duduk di jembatan, di jalan masuk ke rumahnya. Ada juga yang mengawasi dari jauh, yakni mengawasi di dekat Pom sekitar pukul 23.00 WIB.

“Untuk mmenghindari kehilangan lagi, pagar oleh suami saya dipasangi tutup dari fiber. Agar tidak kelihatan dari luar. Rencananya, kami juga akan memasang CCTV,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Pujiyono, saat dijumpai di Mapolresta menegaskan, masih melakukan penyelidikan aksi pencurian di rumah Citra. Ia mengaku belum menemui titik terang, siapa pelakunya. Bahkan, belum menemukan siapa pelaku yang dicurigai.

“Masih kami selidiki. Intinya setiap kasus tindak kriminal yang masuk ke kami, ya kami tindaklanjuti. Bukan dibiarkan,” katanya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *