Pabrik di Gresik ini Diduga Buang Limbah Cair Tergolong B3, Ini Kata LSM FPSR

by
Aris, Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), saat berada di lokasi pembuangan limbah cair tergolong B3 yang diduga dibuang pabrik baja yang berlokasi di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Gresik. (FOTO: IRW)

GRESIK, FaktaNusantara.com – Membuang limbah sembarangan, tampaknya masih saja dilakukan oleh beberapa pabrik di kawasan Kabupaten Gresik bagian selatan, yakni di Kecamatan Driyorejo. Parahnya lagi, limbah yang dibuang tergolong B3 alias Bahan Berbahaya dan Beracun.

Kondisi ini seperti dikatakan Aris, Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR). Menurutnya, beberapa pabrik yang membuang limbah berkategori B3 tersebut, rata-rata tidak memiliki pengolahan limbah baku. Sehingga, pihak pabrik membuangnya ke drainase pabrik yang menghubungkan drainase desa. Drainase desa ini terpantau juga mengarah ke area persawahan.

Dugaan sementara, kata Aris, perusahaan pembuang limbah tersebut adalah PT Gemilang Perkasa Lestari, pabrik baja yang berlokasi di Desa Tanjungan, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik. Menurutnya, jenis limbah yang dibuang adalah limbah kimia cair untuk campuran produksi baja berjenis HCL, juga potasium.

Pantauan di lokasi, tampak pada dinding drainase sungai, melekat kerak limbah yang sudah menguning, karena pengaruh limbah. Selain itu, air disitu tampak keruh, dan menimbulkan bau menyengat.

“Belakangan ini, memang pabrik-pabrik di kawasan Gresik Selatan ini kerap membuang limbah ngawur. Apalagi pabrik baja ini. Kami bergerak atas dasar laporan dari masyarakat,” kata Aris, Jumat (20/4/2018).

Selain membuang limbah ngawur, lanjut Aris, pengupahan yang dilakukan pabrik tidak sesuai aturan. Sementara masyarakat sekitar atau yang terdampak, kata Aris, tidak tahu harus kemana mereka melapor. “Kadang ada yang berani melaporkan, tapi tidak ada tindakan. Ini yang terjadi,” papar Aris.

Senada dengan Aris, seorang petani yang memiliki lahan dekat pabrik juga mengeluhkan adanya limbah pabrik yang dibuang seenaknya itu. “Kami sangat kecewa dengan ulah pabrik baja ini. Akibat dari limbahnya, tanaman kami tidak bisa subur. Biasanya, kita bisa panen maksimal, namun karena terdampak limbah, sekarang menurun,” gerutunya sambil meminta namanya tidak usah dicantumkan ini.

Sayangnya, Satpam pabrik tersebut menghalangi saat LSM dan awak media hendak melakukan konfirmasi ke managemen perusahaaan. Hingga berita diturunkan, pihak perusahaan belum merespon atau memberikan tanggapan terkait limbah tersebut. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *