Meski Puasa Masih 2 Minggu, Daging Ayam Potong Sudah Langka di Pasaran

by
Pedagang di Pasar Baru, Kota Probolinggo, terpaksa berjualan daging ayam kampung, karena ayam potong, nyaris menghilang. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Meski bulan puasa masih 2 minggu lagi, namun daging ayam potong di Kota Probolinggo, langka bahkan nyaris menghilang. Dampaknya, sejumlah Pedagang dan pembeli, resah. Mereka terpaksa membeli dan menjual daging ayam kampung (Jawa) yang harganya jauh lebih tinggi.

Belum diketahui penyebabnya, mengapa ayam pedaging hilang dari pasaran. Apakah persediaan di peternak tidak ada, atau memang belum waktunya untuk disembelih.

Informasi yang didapat pedagang masih simpang-siur. Dinas Koperasi Usaha Mikro Pedagangan dan Perindustrian (DKUPP) belum bisa memastikan penyebabnya. Dinas yang dikepalai Gatot Wahyudi tersebut, bersama Polres Probolinggo Kota masih akan melakukan Sidak pada Selasa (1/5/2018) siang.

Hasil pantauan, sejumlah pedagang daging ayam di Pasar Baru ada yang libur tidak berjualan. Sementara yang tidak libur, tidak berjualan ayam broiller (potong), tetapi menjual daging ayam kampung, yang harganya lebih mahal.

Seperti yang dilakukan Linda (50) Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Mistiya (49) warga jalan KH Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan kanigaran. Suratmi (53) warga Gang Pelita, Kelurahan Sukoharjo dan Umi Hanik (40) warga Kelurahan Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran.

Keempat pedagang ayam potong itu, seluruhnya berjualan ayam potong kampung yang disembelih sendiri. Hal itu dilakukan, lantaran mereka kesulitan mencari ayam potong boiller. Pengepul yang biasa mensuplai setiap hari, kini sudah tidak mendatangi rumahnya. Alasannya, pengepul tidak mendapat suplai dari peternak ayam. “Katanya sih begitu. Kami sendiri tidak tahu mengapa terjadi seperti ini,” ungkap Mistiya, yang diamini pedagang yang lain.

Langkanya ayam potong broiller sejak Senin (30/4) kemarin. Saat itu, mereka berjualan hanya untuk menghabiskan sisa daging ayam boiller. Setelah jualannya habis, mereka pulang. Untuk Selasa (1/5) mereka terpaksa berjualan dagimng ayam kampung (Jawa).

“Kalau kami nunggu daging ayam broiler, tidak dapat penghasilan. Untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, kami akhirnya berjualan daging ayam kampung,” ujar Suratmi.

Disebutkan, penjualan daging ayam potong tidak secepat seperti daging ayam broiller. Jika para pedagang rata-rata menghabiskan 10 potoing ayam broiler, untuk ayam kampung sekitar setengahnya, yakni berkisar antara 4 sampai 6 ekor (potong). Penyebabnya, karena harga dagiung ayam kampung lebih mahal. “Sambil menunggu ayam broiler ada lagi. Daripada di rumah bengong, kan lebih baik jualan ayam kampung,” tandasnya.

Mereka berharap Pemkot dan Polresta turun ke lapangan, agar lenyapnya ayam potong broiller segera teratasi. Sebab, dampaknya tidak hanya pada pedagang, tetapi juga pada pembeli. Menurutnya, tidak sedikit pembeli, terutama yang berjualan makanan yang lauknya memakai daging ayam broiller.

“Kami sudah kemana-mana cari, tapi enggak ada. Terpaksa kami beli daging ayam kampung. Anak saya minta dimasakkan ayam kecap,” ujar Suparmi, warga Kelurahan Mayangan.

Terpisah, kepala DKUPP Gatot Wahyudi mengaku, sudah mendengar hilangnya daging ayam broiller di pasaran. Hanya saja, ia belum mengetahui penyebabnya. Apakah stoknya habis atau ada penimbunan serta apakah masih belum waktunya disembelih alias dipotong. Dengan demikian, pihaknya enggan berkomentar banyak soal kelangkaan daging ayam tersebut. “Belum. Kami belum tahu penyebabnya. Bisa saja ketiga kemungkinan itu,” tandasnya.

Karena itu, hari ini Rabu (2/5) usai upacara bendera memperingati hardiknas akan melakukan pengecekan bersama polresta. Kemungkinan, selain sidak ke pasar, pihaknya juga akan sidak ke peternak untuk mengetahui stok ayam potong.

“Besok habis upacara kami ke Polresta. Tidak langsung sidak, tapi bertemu dulu. Kalau dimungkinkan ada dugaan penimbunan, kami akan sidak ke peternak juga,” pungkasnya. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *