Meski Dilarang, PKL Tetap Bandel Berjualan di Alun-alun Mejayan

by
Meski dilarang, para PKL tetap membandel berjualan di Alun-alun Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (21/4/2018) petang. (FOTO: S.RUD)

MADIUN, FaktaNusantara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun, rupanya masih memiliki pekerjaan rumah (PR) terkait banyaknya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang membandel melakukan aktivitas berdagangnya di Alun-alun Mejayan.

Beberapa waktu sebelumnya, Pemkab Madiun melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, sudah melarang kawasan Alun-alun menjadi lokasi jualan para PKL. Sebagai gantinya, mereka direlokasi di halaman selatan Masjid Agung Quba.

Namun, pantauan di lokasi, Sabtu (21/4/2018) petang, meski dilarang berjualan, tampaknya beberapa PKL tetap memilih nekad berjualan di kawasan tersebut. Beberapa rombong (tempat berjualan) pedagang, tampak berjejer hingga memakan bahu jalan.

Selain itu, mereka juga memanfaatkan trotoar jalan di kawasan Alun-alun, digelari tikar sebagai tempat pembeli menikmati menu yang dijual PKL tersebut.

Kepada media ini, mereka mengaku tahu jika mereka dilarang berdagang disitu. Namun, mereka memilih nekad tetap berjualan, lantaran kawasan ini cukup ramai pembeli.

“Kami tahu berdagang di sini dilarang. Tapi mau gimana lagi, karena berjualan di Alun-alun cukup menjanjikan. Lain halnya di sebelah masjid Agung Quba. Kita mendapatkan hasil sedikit. Kalau di Alun-alun dapat uang lumayan,” ujar salah satu PKL yang namanya enggan disebutkan. (s.rud/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *