Menikmati Eloknya Air Terjun Dlundung Mojokerto saat Musim Liburan

by
Pengunjung saat menikmati keindahan alam air terjun Dlundung, Trawas Mojokerto. (FOTO: IRW)

MOJOKERTO, FaktaNusantara.com – Libur panjang Hari Natal 2017, air terjun Dlundung yang berada di Desa Tempelrejo, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, ramai dikunjungi wisatawan, baik dalam maupun luar kota, Minggu (24/12/2017).

Berada di area kawasan hutan lindung milik Perhutani KPH Pasuruan, Kabupaten Mojokerto, dengan luas 4,5 hektar, wana wisata air terjun dlundung menjadi pilihan tersendiri bagi wisatawan. Betapa tidak, lokasi wisata yang masih alami nan hijau yang memanjakan mata, nuansa khas pegunungan yang sejuk juga terasa, ditambah gemuruh air terjun yang memukau setinggi 60 meter.

Untuk mencapai ke lokasi wisata air terjun yang berasal dari gunung Welirang ini, terbilang cukup jauh dari pusat kota Mojokerto. Sekitar 45 kilometer dari Kota Mojokerto. Kawasan wisata ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. Namun, para wisatawan tak perlu khawatir saat memasuki kawasan air terjun Dlundung, kendaraan bisa langsung diparkir di depan air terjun.

Di lokasi ini juga banyak berdiri warung untuk wisatawan yang kebetulan tidak membawa bekal. Selain itu, juga disediakan Camping Ground bagi pengunjung yang berniat untuk mencari sensasi alam tersendiri. Tapi tak perlu khawatir soal harga makanan bagi pengunjung dan komunitas camping. Hanya sekitar Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu, makanan yang kita pesan pun langsung diantar ke tenda camping.

Namun, untuk mendirikan tenda di Camping Ground, kita diminta menambah biaya Rp 3,500 per harinya. Sementara untuk masuk ke wana wisata ini, setiap pengunjung dikenai tarif sebesar Rp 14 ribu.

“Senang, senang sekali. Kita memang ingin refresing di air terjun Dlundung. Meski jarak dari tempat saya cukup jauh, nggak masalah. sangat indah, dan lokasinya sungguh nyaman. Apalagi, bebas macet,” kata Toni, salah satu pengunjung asal Gedangan, Sidoarjo.

Hanya saja, lanjutnya, fasilitas toilet yang ada dibawah air terjun masih kurang, hanya ada 3 toilet saja. Satu toilet berada di sebelah Musholla, dan dua toilet berada dibawah warung. “Kalau musim liburan gini, harus rela ngantri berjam-jam, karena jumlah pengunjungnya yang over,” ungkapnya. (irw/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *