Mengaku Teman Sekantor, Pelaku Gondol Kamera Warga Kebonsari Wetan

by
Studio foto yang kameranya digondol maling. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Indah Surianing Puspita (35) dipastikan tidak dapat melanjutkan bisnis foto di rumahnya. Sebab, prempuan yang tinggal di Jalan KH Hasan Genggong, Gang Banyusari 4, RT3 RW3, Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo ini, tidak memiliki kamera.

Kamera merk Canon 30D yang biasa dipakai memotret di studio yang ngumpul dengan rumah tinggalnya, digondol maling. Camera berikut lampu blitz-nya (lampu flash) serta baterai dan memory card-nya, dibawa kabur seorang pria yang mengaku teman Yoyok, suaminya. Aksi pencuri berkedok seorang PNS tersebut, terjadi Rabu (11/4/2018) sekitar pukul 09.50 WIB. Akibatnya, perempuan yang memiliki 3 anak itu, merugi sekitar Rp 5 juta.

Perempuan yang biasa dipanggil Indah tersebut mengatakan, pagi itu, ia kedatangan seorang pria mengenakan baju putih, celana hitam dan diatas sakunya, menggelantung Pin Korpri. Pria yang mengendarai sepeda motor itu, langsung nyelonong ke rumahnya dan langsung meminta kamera. Tanpa curiga, karena mengaku disuruh suaminya, kamera yang ditaruh di etalase, langsung diberikan.

“Kalau Rabu, kan PNS pakai seragam hitam putih. Dia ngaku teman suami saya. Saya percaya, karena penampilannya kayak PNS. Pakai Pin korpri,” tandasnya.

Pria yang ciri-cirinya bertubuh tinggi agak gemuk dan di leher kiri ada bekas jahitan mengaku, disuruh suaminya mengambil kamera. Kamera tersebut, akan dipakai memotret acara di sekolah SMPN 4, tempat suami Indah bekerja. Tak hanya meminta kamera, pria yang tidak dikenalnya itu, kemudian meminta tas kamera serta lampu flash yang terpisah dengan kamera.

“Katanya untuk motret acara di SMPN. Suami saya kan TU SMPN 4. Ya saya berikan semuanya, termasuk baterai dan memory card,” tandasnya.

Begitu pria tersebut pergi, Indah langsung menghubungi suaminya. Ternyata, melalui selulernya, Yoyok suaminya mengaku, tidak pernah menyuruh seseorang mengambil kamera dan di sekolahnya tidak ada acara. Yoyok (40) yang kala itu mau ke Dringu, langsung balik kucing pulang ke rumahnya.

“Mungkin, pelaku membuntuti suami saya dari belakang. Suami saya kan pulang dari SMPN 4. Kemudian pamitan mau ke Dringu. Sekitar 5 menit kemudian, orang tersebut datang, lalu minta kamera,” tambah Indah.

Perempuan yang mengaku lima tahun yang lalu membuka studia foto tersebut, tidak curiga. Karena, setelah masuk rumahnya, pelaku keluar dan menelpon suaminya. Menurut Indah, pelaku berbicara dengan suaminya agak keras, sehingga dirinya mendengar.

“Saya tidak tahu, nelpon beneran atau cuma pura-pura. Saya dengar pria itu bicara soal kamera dengan memegang HP, seperti orang nelpon. Dia juga memaksa meminta kamera ini. Sudah saya jelaskan kalau rusak, tapi dia maksa. Tapi tetap enggak saya berikan,” ujar Indah sambil menunjukkan kamera yang rusak.

Sayangnya, Indah tak berniat melaporkan kejadian pencurian yang menimpanya. Selain kerugianya tidak terlalu besar, ia yakin pelakunya tidak akan tertangkap. Jika melapor, Indah juga khawatir nanti akan meribetkan dirinya dengan bolak-balik ke kantor polisi sekedar dimintai keterangan.

“Kami tidak melapor. Kami tidak mau ribet. Toh meski melapor, kamera saya tidak akan ketemu. Dan lagi, kerugiannya hanya Rp 5 juta. Biar saja, kami libur motret. Alatnya enggak ada,” pungkasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP Pujiyono mengatakan, korban aksi pencurian dengan cara menipu belum melapor. Karenanya, ia belum mendapat laporan kalau ada warga yang kemalingan kamera. Jika seseorang kehilangan tidak melapor, maka pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk menindaklanjuti. Meski begitu, pihaknya tidak akan membiarkan tindak kriminal yang terjadi di wilayahnya.

“Meski tidak laporan, kami tetap memantau. Tindak kejahatan tidak boleh dibiarkan,” tandasnya singkat. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *