Masuk Zona Merah, Polres Probolinggo Kota Kumpulkan Tiga Pilar

by
Suasana Focus Group Discussion (FGD) sinergitas tiga pilar (Pemkot, Kodim dan Polresta), di Hotel Bromo Park, Kota Probolinggo, Rabu (25/4/2018). (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Penilaian bahwa Kota Probolinggo masuk zona merah, ditanggapi serius Polres Probolinggo Kota. Salah satu upayanya, Rabu (25/4/2018) sekitar pukul 09.00 WIB, Polresta menggelar Focus Group Discussion (FGD) sinergitas tiga pilar (Pemkot, Kodim dan Polresta).

Acara yang menghadirkan KPU dan Panwaslu tersebut bertempat di Hotel Bromo Park. Turut hadir pula, MUI, Camat, Babinsa, Babinkamtibmas, Lurah dan Kepala Desa.

Kapolresta AKBP Alfian Nurrizal menyebut, tujuan FGD guna menciptakan kondusifitas kewilayahan menjelang dan pasca Pilwali. Selain itu, untuk mengawal dan mengamankan Pilwali tahun ini, agar keributan seperti Pilwali sebelumnya (2014) tidak terulang. Mengingat, wilayahnya masuk zona merah.

Dalam FGD tersebut, dibicarakan soal netralitas ASN (Aparatur Sipil Negara). Disebutkan, tak hanya Polri yang menilai Kota probolinggo berada dalam zona merah, tetapi KPU Provinsi juga memprediksi demikian. Dasarnya, adalah pengalaman Pilwali sebelumnya (2014). Penilaian tersebut harus disikapi serius, karena menurut Kapolresta, potensi yang mengarah Pilwali ribut, bisa dibaca.

“Kan calonnya empat. Salah satu paslon, berangkat dari independen. Sedang tiga paslon diusung partai,” tandasnya sebelum acara FGD dimulai.

Dari tiga paslon tersebut, partainya pernah ikut tiga kali dalam ajang Pilwali. Sedang dua paslon, pernah ikut berebut Walikota pada Pilwali sebelumnya. Berbekal dari situasi yang demikian, Pilwali tahun ini berpotensi ricuh. Sebab, masing-masing paslon berusaha terpilih dan menjadi pemenang dalam pertarungan. Mereka telah banyak mengeluarkan dana dan tenaga pada Pilwali sekarang dan sebelumnya. “Mereka tidak ingin gagal lagi. Seluruh upaya dijalankan,” tambahnya.

Hal tersebut, lanjut AKBP Alfian Nurrizal, menjadi salah satu pemicu sehingga wilayahnya berada dalam zona merah. Karenanya, ia akan merangkul seluruh elemen untuk mensukseskan dan mengamankan Pilwali. Sehingga, Pilwali menjadi damai tidak ada keributan, meski ada yang menang dan ada yang kalah.

“Kami juga meminta penyelenggara pemilu untuk bersikap adil, tidak berat sebelah. Bekerjalah sesuai aturan,” tambahnya.

Kapolresta mengaku, sudah menentukan titik rawan yang mudah meledak. Hanya saja, ia merahasiakan dan enggan menyebut daerah mana saja yang dianggap rawan. AKBP Alfian hanya mengatakan, akan menambah personil pengamanan pada daerah yang dipetakan masuk wilayah rawan. Bahkan, pihaknya nanti saat pencoblosan akan meminta bantuan pengamanan dari Polda Jatim. “Hanya antisipasi saja. Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa. Pilkada damai dan sukses,” harapnya.

Lantaran ada beberapa permasalahan yang harus dibicarakan, pihaknya menggelar acara tersebut. Selain itu, mereka yang hadir di acara FGD tersebut, mendapat pemahaman dan bekal saat menjalankan tugas dan fungsinya di Pilwali. Harapannya, dengan kesatuan pemahaman dan tujuan ketiga pilar, Pilwali nanti aman dan sukses.

“Harapan kita semua seperti itu. Tiga pilar, Panwaslu, KPU menjalankan tugas dan fungsinya masing-masing sesuai aturan. Kuncinya di sana,” pungkas Kapolresta. (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *