Mantan Walikota Batu Edy Rumpoko Dituntut 8 Tahun Penjara

by
Mantan Walikota Batu Edy Rumpoko saat mendengarkan tuntutan yang dibacakan Jaksa KPK, di Pengadilan Tipikor, Surabaya.

SURABAYA, FaktaNusantara.com – Mantan Walikota Batu, Edy Rumpoko, dituntut hukuman delapan tahun penjara, dan dicabut hak politiknya selama 5 tahun. Tuntutan tersebut dibacakan oleh Jaksa dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jumat (6/4/2018).

Selain hukuman 8 tahun dan pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan politik, Edy Rumpoko juga dituntut membayar denda sebesar Rp 600 Juta. Jika tidak dibayar, maka ia harus menjalani hukuman 6 bulan penjara sebagai gantinya.

Jaksa KPK, Iskandar Marwanto menyatakan, Edy Rumpoko dinilai terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, junto Pasal 55 ayat 1 KUHP, junto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Fakta persidangan menunjukkan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi. Meminta pada hakim untuk menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik untuk dipilih dalam jabatan politik selama 5 tahun, terhitung sejak terdakwa selesai menjalani hukuman,” ujarnya.

Sekedar untuk diketahui, Mantan Walikota Batu, Eddy Rumpoko, ditangkap petugas KPK di rumah dinasnya pertengahan September 2017 lalu. Sebab, ia diduga menerima suap berupa mobil merk Toyota New Alphard senilai Rp 1,6 Miliar dari pengusaha Filiphus Djap.

Selain Edy, dalam perkara ini, petugas KPK juga menangkap Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Pemkot Batu, Edi Setyawan, dan pengusaha rekanan Pemkot Batu, Filipus Djap.

Edi Setyawan diduga menerima suap dari Filiphus Djap. Suap itu, disebut merupakan fee dari proyek yang diterima Filiphus. Dalam perkara ini, Filiphus Djap sudah terlebih dulu dijatuhi vonis hukuman penjara selama dua tahun. (jn/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *