Kerap Kisruh, Pedagang Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, Mengeluh

by
Kondisi sepeda motor yang banyak parkir di dalam pasar gotong royong. (FOTO: MOJO)

PROBOLINGGO, FaktaNusantara.com – Pedagang Pasar Gotong Royong Kota Probolinggo, mengeluh akibat dagangannya tidak laku. Selain itu, mereka resah dengan situasi di dalam pasar yang tidak aman dan sering kisruh. Karenanya, mereka meminta Pemkot segera menyediakan lahan parkir di luar pasar. Jika tidak, dipastikan omzet jualan sejumlah pedagang akan turun.

Situasi seperti itu, disampaikan salah seorang pemilik toko atau bedak di dalam pasar, H Ali, Minggu (3/6/2018) siang. Tak hanya H Ali, pemilik toko yang lain istri H Hamid, juga mengatakan hal yang sama. Omzet penjualannya menurun, akibat kendaraan roda dua parkir di depan tokonya (dalam pasar). Selain berdampak pada omzet penjualan karena pembeli sepi, mereka juga mengeluh soal keamanan.

Di depan tokonya, sering terjadi kisruh dan perang mulut antar dua kelompok pemuda, bahkan dengan pembeli. Selain itu, pembeli dan pedagang meraku bising dengan raungan kenalpot sepeda motor sejumlah remaja yang masuk pasar. Mereka masuk ke dalam pasar dengan kendaraan roda duanya, sekedar jalan-jalan, berbelanja dan ngopi di warung kopi yang berlokasi diantara bedak yang jualan pakaian.

Mereka memarkir kendaraannya di tengah jalan depan toko, sehingga mengganggu pembeli yang hendak berbelanja. Seperti yang diceritakan H Ali, salah seorang pedagang pakaian. Disebutkan, Sabtu (1/6) sekitar pukul 20.00 WIB, sejumlah pemuda kisruh dengan seorang pembeli, lantaran istrinya disenggol salah satu pemuda. Sang suami tersinggung dan menegur pemuda yang menyenggol istrinya. Ditegur seperti itu, rekan-rekan si pemuda tidak terima dan menggruduk sang suami.

Beruntung, keributan tidak berlangsung lama, setelah pembeli dan pemilik bedak yang lain melerai dan menenangkan kedua pihak yang adu mulut. Kelompok pemuda yang nyaris kisruh tersebut, kemudian membubarkan diri dan keluar pasar, setelah aparat Polresta tiba di lokasi kejadian.

“Ya, sabtu malam kejadiannya. Istri pembeli disenggol pemuda. Suaminya marah-marah dan hampir saling pukul. Untung ada yang melerai,” ujarnya.

Istri pembeli disenggol pria lain, karena jalan di depan toko H Ali, penuh sepeda motor parkir tak beraturan. Disebutkan, sepeda motor tersebut milik pemuda yang ngopi di warung kopi depan toko H Ali, sebagian lagi milik pembeli. Agar kejadian serupa tidak terulang, H Ali meminta Pemkot segera menyediakan lahan parkir di luar pasar. “Sepeda motor nggak boleh masuk. Biar pembeli tidak terganggu parkir. Akibat parkir di dalam pasar, pembeli sepi,” pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan istri H Hamid, pemilik toko baju utara H Ali. Menurutnya, Pemkot harus memperhatikan keluhan pedagang dan pembeli. Mengingat, saat ini pembeli ramai, sehingga jualan pedagang laku. Sebab, selama 11 bulan atau habis lebaran, suasana pasar Gotong Royong sepi kembali.

“Tiap tahun puasa ramai. Mendekati lebaran, tambah ramai. Ini saja kesempatan kami. Kalau kisruh terus, kan tidak ada yang mau beli kesini lagi,” ujarnya.

Karenanya, ia berharap Pemkot menyediakan lahan parkir di sisi utara pasar, ujung timur. Selama ini, yang ada parkirnya hanya selatan, barat, dan pojok utara pasar. Sedang pojok timur-utara, tidak ada. Sehingga pengunjung masuk ke pasar dengan sepeda motornya dan diparkir di depan toko.

“Kalau ada parkirnya, semua kendaraan tidak boleh masuk. Termasuk sepeda motor pemilik toko, tidak boleh masuk. Jadi biar tertib,” ujarnya.

Selain semrawut dan kisruh, pembeli dan pedagang resah dengan suara bising knalpot sepeda motor remaja yang ngopi di warung, selatan bedaknya. Setiap kali masuk dan pulang, mereka membunyikan knalpotnya sekeras-kerasnya. Mereka membunyikan knalpotnya agar diperhatikan oleh cewek yang bekerja di toko.

“Kan yang kerja di sini cantik-cantik. Mereka cari perhatian. Kalau kisruh, tidak hanya Sabtu malam. Sebelumnya, sering terjadi kisruh di sini,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar Gotong Royong, Abdullah, telah menindaklanjuti keluhan pedagang dan pembeli. Pihaknya malam ini telah menyiapkan lahan parkir yang bekerja sama dengan Dishub. Pihaknya juga telah berkirim surat ke Satpol PP dan Polsek Mayangan untuk membantu penjagaan di pintu masuk pasar sebelah timur dan utara.

“Ini saya mau berangkat ke pasar. Menyiapkan lahan parkir. Kami sudah minta bantuan Satpol PP dan Polsek Mayangan,” aku Abdullah, usai buka puasa, Minggu (3/6/2018). (mojo/fn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *